Vespa Unik Diggi

Diggi bersama vespa uniknya

PIPA besi hitam menjulang dua meter. Ia difungsikan sebagai stang vespa oleh Hasbi Ash Shiddigi. Pipa tersebut dibalut baju kaos usang dan dilengkapi topi hitam—mirip orang-orangan sawah. Bendera merah putih dipasang di bagian bawah pipa besi. Bila vespa melaju kencang, bendera tersebut akan berkibar.

18+ Bawalah KTP/SIM. Tulisan tersebut terpampang di kap depan vespa. Letaknya pas di atas plat BA 7437 LG. “Himbauan saja supaya masyarakat terus membawanya,” tutur Diggi, panggilan akrabnya.

Vespa Diggi tak punya rem depan. Hanya ada rem belakang di pijakan kaki kanan. Transmisi untuk pemindahan gigi yang biasanya di stang kiri, berpindah ke pijakan kaki kiri. Untuk menukar kecepatan, Diggi gunakan kaki, padahal biasanya pengatur kecepatan atau gas berada di stang kanan.

Aksesoris hingga perubahan fungsi kendaraan vespa sengaja dilakukan Diggi. “Biar unik,” ucapnya.

Vespa Diggi tipe PS rakitan ’80-an. Body vespanya didesain ceper, stang menjulang, knalpot mengeluarkan suara keras serta bumper rendah. Perlu ekstra hati-hati untuk mengendarainya.

Vespa ini selalu digunakan Diggi sebagai kendaraannya ke kampus. Kini ia tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Administrasi Negara FISIP UR angkatan 2012. “Agak sulit dikendarai waktu melewati polisi tidur, berbelok, serta saat jalanan macet,” ujarnya. Selain ke kampus, Diggi kerap berkeliling kota Pekanbaru bahkan keluar kota menggunakan vespa tersebut.

Diggi bercerita pengalaman tak terlupakan saat ia mudik lebaran tahun lalu. Dalam perjalanan pulang dari Bukittinggi ke Pekanbaru, vespanya mogok. Untung Diggi cukup tahu otomotif. Vespanya dipreteli sendiri hingga bisa jalan kembali.

“Pas lagi dorong, tiba-tiba dikejar anjing,” ceritanya sambil tertawa.

Vespa ini peninggalan orangtua Diggi. Saat Vespa hendak dijual dan diganti motor lain, teman Diggi menganjurkan agar Vespa itu tetap digunakan. Diggi setuju. Ia memodifikasi vespanya hingga berbentuk seperti yang dikendarainya sekarang. “Anggaran sejuta bikin stang ini,” katanya.

Diggi amat mencintai vespanya. Kini ia tergabung dalam komunitas University Vespa Owner’s Randezous Bouncy People (UVORABLE), sebuah komunitas pecinta vespa yang berdiri sejak 30 Oktober 2008. Anggotanya kini mencapai 32 vespa. UVORABLE juga turut aktif bersama kepolisian melaksanakan program safe riding.

Rian, teman satu komunitasnya menilai Diggi cukup ekstrim menambahkan berbagai atribut pada vespanya. “Asal kegiatannya positif, kami dukung,” katanya.

Diggi tak malu terus menggunakan kendaraannya walau diakuinya banyak orang tertawa melihat vespanya. “Terserah orang mau bilang apa, kita ya gini-gini aja kan.” Banyak yang menertawakan, namun tak sedikit pula yang ingin berfoto dengan vespa unik milik Diggi. #

Views – 115

Leave a Reply