Awasi Penyakit Gula di Usia Muda

kencing-manis

Masa muda memang masa dimana badan kita masih sehat, bugar dan bebas melakukan banyak hal. Namun, apa yang terjadi bila kita tidak mengontrol diri? Kita bisa saja terserang banyak penyakit yang dapat menggangu masa muda, bahkan masa depan nantinya. Sebagai mahasiswa, kita harus menjaga kesehatan demi masa depan yang sedang diperjuangankan.

Kita kerap memanjakan diri kita dengan cara makan, minum manis, beli gorengan, bermalasan di kos bahkan merokok. Namun tahukah anda, kebiasaan buruk tersebut dapat menyebabkan penyakit gula atau diabetes?

Diabetes atau Penyakit gula, biasa disebut kencing manis adalah, satu penyakit gangguan hormon insulin. Yaitu, hormon yang berfungsi dalam mengatur metabolisme karbohidrat dan glukosa dalam tubuh kita.

Penyakit ini bisa datang dari bawaan (DM tipe 1), ataukarena kebiasaan buruk tadi (DM tipe 2). Menurut International Diabetes Federation (IDF) tahun 2015, 6,2 persen dari penduduk Indonesia terserang diabetes, atau sekitar 1 dari 16 orang dapat terserang diabetes.

DM tipe 2 umumnya mulai tampak ketika menginjak usia 20 tahun. Seorang yang didiagnosa terkena penyakit DM apabila, gula darah sewaktunya adalah >200 mg/dl dan/atau gula darah puasanya (8 jam tanpa makan) adalah >126 mg/dl untuk darah vena, atau >110 mg/dl untuk darah kapiler.

Beberapa hal yang dapat memicu diabetes adalah, makanan yang mempunyai indeks glukosa atau gula yang tinggi. Minuman manis seperti teh manis. Gorengan juga dapat memperberat diabetes dikarenakan memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Bahkan bermalas-malasan dapat  menyebabkan obesitas. Merokok juga dapat menurunkan sensivitas hormon insulin yang dapat meningkatkan resiko terserang diabetes.

Komplikasi penyakit ini dibagi tiga. Makroangiophaty, mikroangiophaty dan neuropathy. Makroangiophaty atau peredarah darah besar, seperti gangguan jantung atau otak yang bisa menyebabkan stroke.

Mikroangiophaty atau peredarah darah kecil, seperti penglihatan kabur, gangguan ginjal bahkan impotensi. Sedangan untuk neurophaty, seperti gangguan pada sensorik atau sensasi rasa, gangguan pada motorik, contohnya, tubuh menjadi kaku atau gangguan otonomik dapat membuat kulit menjadi mudah kering. Yang palik burukadalah, kematian.

Gejala paling klasik atau khas dari penyakit diabetes ada tiga. Sering buang air kecil, mudah lapar dan mudah haus. Gejala yang tidak khas, seperti lemas, kesemutan, luka sukar sembuh, gatal, mata kabur dan gangguan alat reproduksi pada pria alias impoyensi atau pada wanita alias keputihan.

Untuk mengatasi hal tersebut, seringlah melakukan pengecekan gula darah setidaknya tiga bulan sekali. Pengecekan dapat dilakukan sendiri apabila memiliki alatnya. Jika tidak, hal ini dapat dilakukan di klinik terdekat.

Apabila ditemukan gejala khas, maka satu kali pemeriksaan gula darah tidak normal dapat dinyatakan terkena penyakit gula. Sebaliknya, apabila ditemukan gejala tidak khas, diperlukan dua kali pemeriksaan gula darah tidak normal.

Kemudian, kontrol makanan secara teratur. Jangan makan terlalu berlebihan. Seperti pepatah, makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Selain itu, pilihlah jenis makanan yang memiliki kadar glukosa rendah.

Yang paling penting, perbanyak olahraga. Olahraga dapat membuat kadar glukosa darah menjadi normal, mengontrol tekanan darah untuk menghindari penyakit jantung, menghindar obesitas dan mempertahankan postur tubuh.

Terakhir, hindari kebiasaan buruk terutama merokok. Merokok bukan hanya dapat menjadi resiko diabetes, namun juga menimbulkan penyakit jantung, kanker paru-paru, impotensi dan beragam penyakit lainnya.

 

Penulis : Tim Bantuan Medis FK UR

Views – 16

Leave a Reply