DPM UR Taja Training Legislatif

Training legislatif DPM

Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Riau (DPM UR) helat Training Legislatif. Bertempat di gedung Yudisium Fakultas Ekonomi, acara ini berlangsung selama tiga hari. Selain mahasiswa UR, peserta yang hadir berasal dari Universitas Muhammadiyah Riau, Politeknik Caltek Riau dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Acara dibuka oleh Fitriyani selaku Master Of Ceremony, dilanjutkan dengan pembacaan Al quran oleh Riyani Yolanda. Kemudian, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa yang dipandu oleh Maya Bonita.

Marta Yudha Ozman, Ketua Panitia beri sambutan. Ia sampaikan terimakasih kepada seluruh peserta, dan berharap ilmu yang didapat pada training ini dapat diterapkan dalam kehidupan.

Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa, Rizki Ramdani juga beri sambutan. Kemudian sambutan Kepala Biro Akademis Kemahasiswaan yang mewakili Rektor.

Usai kata sambutan. Acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Mahasiswa berprestasi, Tengku Novenia Yahya. Tengku bacakan puisi Jembatan, yang menggambarkan kondisi negara Indonesia. Kemudian pembacaan doa oleh Agustar.

Masuk materi pertama. Jon Erizal, anggota Komisi XI – DPR RI jadi pembicara. Ia sampaikan bahwa semua manusia punya potensi. Kemudian, legislator harus paham tentang sejarah, rajin membaca, jeli, dan banyak bertanya. Jon berpesan kepada DPM untuk mengawasi kinerja walikota atau gubernur, “Jangan biarkan orang memimpin Indonesia semau mereka,” ujarnya.

Setelah masuk ke anggota legislatif, harus selalu siap dengan situasi apapun dan harus mempunyai mental. Menurut Jon, legislator memiliki berbagai gaya, “jadi kita bisa memilih jalur yang mana,” imbuhnya kemudian.

Menurut Jon acara ini bagus, karena mendorong peserta mempunyai cita-cita jadi legislator.

Tokoh muda harus mempunyai akhlak yang baik, sehingga keputusan diambil berpihak ke pada masyarakat. Juga harus mempunyai integritas tinggi dan jadi legislator yang baik. Menurutnya mahasiswa Riau mempunyai potensi yang cukup. Ia juga berharap, supaya dibangun kelas regular minimal 3 bulan sekali tiap angkatan.

Vini Alfionita mahasiswa Pendidikan Guru SD beri tanggapan, menurutnya training  ini mengajarkan menjadi orang jujur, anti korupsi, menjadi baik dan berpengtahuan. Ia juga berharap acara ini terus berlanjut.

“Tidak hanya menghabiskan dana, tapi ada manfaat dan berharap acara ini tetap berlanjut kedepanya,” ujar Muhammad Iqbal mahasiswa jurusan Teknik Kimia UR. *Fitri Merga Ayu

Views – 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *