LPM Bahana Mahasiswa Taja DJMTD

djmtd

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bahana Mahasiswa Universitas Riau (UR) taja Diklat Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (DJMTD). Berlangsung mulai 13 hingga 15 Oktober 2017 di sekretariat Bahana Mahasiswa kampus UR Gobah. Peserta berasal dari mahasiswa UR dan delegasi tiap LPM dari kampus Universitas Islan Riau, Universitas Lancang Kuning, dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.

Acara hari pertama dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alqur’an dan laporan dari Dicky Pangindra selaku ketua panitia. Selanjutnya sambutan oleh Suryadi selaku Pemimpin Umum Bahana, sambutan Abu Bakar selaku alumni sekaligus pemateri untuk pengenalan sejarah Bahana. Terakhir sambutan sekaligus pembukaan acara DJMTD oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UR Syapsan dan ditutup dengan do’a.

Abu Bakar kemudian beri materi tentang Sejarah Bahana Mahasiswa. Ia jelaskan tentang sejarah berdirinya Bahana Mahasiswa, dinamika yang ia hadapi selama menjabat sebagai pemimpin redaksi Bahana serta motivasi kepada peserta DJMTD. “Setiap wartawan dituntut untuk berfikir dan bertanya,” ujarnya menjelang materinya ditutup.

Materi pertama ditutup pukul dua belas, kemudian istirahat, sholat dan makan. Sekitar pukul pukul lima belas acara dilanjutkan dengan materi Element Jurnalisme dan Hoax. Firman Agus, Redaktur Pelaksana Riaupos sekaligus Ketua AJI Pekanbaru isi kelas ini.

“Ada Sembilan elemen jurnalisme yang perlu diingat dan diterapkan oleh setiap jurnalis,” ujarnya ketika menyampaikan materi.

Sembilan elemen itu ialah kebenaran, loyalitas (mengutamakan publik), disiplin verivikasi, independen terhadap narasumber, menyediakan forum publik, membuat hal menarik dan relevan, menjaga agar berita komperhensif dan proporsional serta jurnalisme harus mengikuti hati nurani. “Dan yang terakhir ialah warga juga memiliki tanggung jawab dalam hal terkait berita, elemen ini muncul semakin berkembangnya teknologi.”

Acara ditutup sekitar pukul enam sore, peserta kemudian istirahat. Kelas kemudian dilanjutkan pukul dua puluh. Nurul Fitria beri materi tentang riset, TOR dan interview. Nurul Fitria jelaskan tentang cara melakukan riset, 10 tips wawancara serta 7 kriteria sumber  anonim. Diakhir kelas, peserta diminta untuk mempraktikkan cara melakukan wawancara di hadapan peserta yang lain. Materi kemudian berakhir pukul dua puluh dua.

Andi, salah satu peserta  sampaikan bahwa diklat hari pertama ini menimbukan kesan baginya. “Saya cukup mengerti dan memahami materi yang disajikan hari ini.” *Yuli Sartika Tambunan

Leave a Reply