Hasil Munas BEM SI ke XI di Pekanbaru

IMG-20180220-WA0037

Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh Indonesia (BEM SI) kembali diadakan pada 18 hinga 23 Februari 2018 di Pekanbaru. Untuk pertama kalinya, Universitas Riau (UR) menjadi tuan rumah BEM SI yang ke XI. Tahun lalu di Universitas Mulawarman.

Munas ini merupakan agenda wajib tahunan BEM SI yang dihadiri delegasi BEM dari seluruh Indonesia. Setiap dua tahun, akan dipilih satu Koordinator Pusat (Korpus), sepuluh Koordinator Wilayah (korwil) dan koordinator isu. Lalu satu untuk koordinator media dan forum perempuan.

Khusus memilih koordinator isu energi dan minerba. Beberapa universitas bergabung jadi satu tim. Ada Universitas Andalas, UIB, STT PLN, STIH Pertiba, Universitas Riau dan Politeknik Negeri Malang. Secara musyawarah, UNRI diamanatkan menjadi koordinator isu energi dan minerba.

UNRI membawa tagline kedaulatan energi untuk rakyat. Sebagaimana telah dijelaskan di UUD 1945 pasal 33. Terdapat empat sub dalam isu energi dan minerba ini, diantaranya adalah kelistrikan, migas, minerba dan energi terbarukan.

Aditya Putera Gumesa, salah satu perwakilan UR, langkah awal yang sudah dilakukan UNRI dalam mengupayakan dukungan terhadap isu kedaulatan energi adalah dengan seminar nasional dan penandatanganan monumen tugu kedaulatan energi dalam acara pembukaan Munas BEM SI.

“Untuk rencana program kedepannya akan dibahas di rakernas BEM SI pada bulan April mendatang di Pontianak,” lanjutnya.

Koordinator isu (korsu) lain didapat dari hasil musyawarah yaitu Institut Pertanian Bogor bidang Pertanian, Politeknik Bandung Infrastruktur, Universitas Syiah Kuala Lingkungan, Universitas Indonesia Kedaulatan Hukum dan Demokrasi.

Kemudian, untuk bidang Maritim dipegang oleh Universitas Diponegoro, Pendidikan Dasar dan Menengah oleh Universitas Negri Yogyakarta, Ekonomi oleh Institut STIAMI Jakarta. Adapula, Universitas Jendral Soedirman bidang Pendidikan Tinggi dan Universitas Andalas bidang Kesehatan.

Koordinator media dipegang oleh STEI Tazkia dan terakhir koordinator Forum Perempuan dipegang oleh Universitas Negeri Lampung.

Hasil pemilihan korwil dalam Munas ini yaitu korwil Sumatera bagian Utara dipegang oleh UIN Suska Riau. Tahun lalu, BEM UNRI menjadi korwil ini.

Selanjutnya, Sumatera bagian Selatan oleh Universitas Bengkulu,  Jawa Barat oleh Universitas Pendidikan Indonesia. Korwil BSJB oleh Universitas Negeri Jakarta, Jawa Timur oleh Universitas Brawijaya, Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Universitas Sebelas Maret, Kalimantan Tengah-Barat oleh Universitas Tanjungpura, Kalimantan Timur-Selatan oleh Universitas Mulawarman, Bali-Nusa Tenggara oleh Universitas Mataram dan Papua oleh Universitas Musamus.

Pemilihan terakhir yaitu koordinator pusat. Hanya korwil Sumbagut dan Sumbagsel yang memilih BEM UNRI. Delapan korwil lainnya memilih KM ITB. Saat itu juga serah terima jabatan dari Wildan Wahyu Nugroho UNS kepada Ahmad Wali Radhi.

Musyawarah bertempat di Asrama Haji Pekanbaru. Tempat ini sekaligus menjadi temat menginap seluruh delegasi. Lebih dari tujuh puluh kamar disediakan dengan satu kamar kapasitas empat orang. Fasilitas yang disediakan hampir sama dengan hotel. Setiap kamar dilengkapi empat tempat tidur dengan satu pendingin ruangan. Hal inilah yang menjadi alasan Emir Azis sekalu koordinator acara memilih tempat ini.  “BEM SI adalah gerakan yang sangat mendengar suara rakyat, kalau ada yang hampir sama dengan hotel ya kita akan pilih disitu.”

Agenda terakhir aksi nasional mengenai isu UU MD3, kedaulatan energi dan isu lainnya pada 22 Februari di depan DPRD Provinsi Riau. Massa membakar ban dan menyuarakan aspirasi.

Agenda Munas ini menjadi ajang silaturahmi bagi BEM seluruh Indonesia. Ada 108 delegasi universitas berkumpul di Bumi Lancang Kuning. T0tal 270 orang mengikuti Munas ke XI.

Pada malam Senin, peserta Munas ramah tamah dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau Ahmad Hijazi di Gedung Serindit Riau. Seluruh delegasi dibawa menaiki bus Transportasi Metropolitan Pekanbaru ke setiap tempat acara.

Acara pembukaan Munas BEM SI diadakan besoknya di gedung Sutan Balia Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UR. Seusai Munas BEM SI resmi dibuka, dilanjutkan dengan dialog kebangsaan yang dibagi menjadi dua sesi. Pertama mengusung tema “Dari Kampus untuk Indonesia” dan kedua “Berdaulatlah Negeriku!”

Dialog kebangsaan ditutup dengan istirahat untuk makan dan salat. Acara pembukaan dilanjutkan dengan seminar Migas pada pukul dua siang. Seminar diisi oleh Staff Ahli Kementrian Energi Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdian. SKK Migas, Avicenia Darwis. Pengamat Migas Nasional, Marwan Batubara. Direktur Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal serta Agustiawan, Perwakilan Pertamina RU 2 Dumai dan SP-KMPT.

Jusuf Kalla yang dijadwalkan akan menghadiri acara, mengirim surat ketidakhadirannya sebab ada agenda lain.

Usai acara pembukaan serta seminar hingga pukul lima sore. Delegasi kembali ke Asrama Haji.

Pada hari ketiga Munas, di Aula Asrama Haji Tangkerang Selatan Kota Pekanbaru, digelar sidang yang membahas tata tertib, pemilihan presidium tetap sidang, juga pembacaan dan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) oleh koordinator.

Setelah diadakan sidang penetapan Presidium Tetap hingga jelang magrib, didapat kesepakatan bahwa Armansyah dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) sebagai Presidium I. Didampingi Idet Arianto Putra dari Universitas Mulawarman (Unmul) sebagai Presidium II. Kemudian Nofriadi Kurnia Putra dari Universitas Brawijaya (UB) Presidium III.

Silih berganti seruan “Hidup Mahasiswa!!” menggema dari mulut seluruh delegasi Universitas pada saat musyawarah.

Salah satu yang perdebatan dalam munas ini adalah mengenai waktu pelantikan universitas yang baru bergabung ke dalam Aliansi BEM  SI. Universitas tersebut itu  inginkan pelantikan diawal. Sedangkan, menurut peraturan yang telah dijalankan beberapa tahun ini, pelantikan harus dilakukan setelah pemilihan Koordinator Pusat.

Barunya keterlibatan kampus tersebut juga tentu juga berpengaruh terhadap tingkat pemahaman mengenai sidang Munas ini.

“Jangan sampai peraturan diubah hanya karena ego masing-masing,” jelas Derviansyah delegasi Universitas Mulawarman ketika ditemui usai shalat magrib.

Sidang ditunda hingga lepas Isya. Setelah itu akan dilakukan pembacaan dan pembahasan LPJ oleh tiap Korwil secara bergantian. Pembahasan selanjutnya pemilihan Korpus, Korwil dan Korsu.#Annisa Majesty, Annisa Febiola, Ambar Alyanada.

Leave a Reply