Teatrikal Harimau Bonita di Hari Bumi

IMG_0206

“Haummmm.” Harimau Bonita diperankan Joni Putra mengigit leher Chairul Amal—sebagai warga.

Bonita mengamuk usai seorang lelaki bercat hitam memegang gergaji menebang pohon satu per satu.  Tiga orang memerankan pohon pun tumbang dengan dedaun yang menempel di badannya.

Seluruh badan Joni dilukis gabungan oranye dan hitam.  Ia kembali ke hutan mendapati habitatnya telah rusak.

Chairul yang datang ke hutan, tiba-tiba diterjang Bonita. Selanjutnya, Bonita beringsut mengelilingi masyarakat dengan kebingungan habitatnya telah rusak.

Teatrikal ini bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Bumi yang ditaja Mapala Humendala FEB UNRI. Selain itu, ada pembagian bibit pohon dan pembersihan sungai di Desa Kuntu bulan Mei nanti.

Aksi Bonita menarik antusias pengunjung Car Free Day, Minggu (22/4). Tepat di depan tugu perjuangan Jalan Diponegoro, Mapala Humendala Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau menampilkan teatrikal tentang Harimau Bonita. Beberapa masyarakat mengambil telepon seluler dan mengabadikan momen tersebut.

Teatrikal diperagakan dengan sama di tiga tempat. Awalnya di area lampu lalu lintas depan tugu perjuangan. Selajutnya di U-Turn depan Hotel Aryaduta. Terakhir disamping taman kota. Mereka berjalan sambil berorasi dan berpuisi menuju tempat berteatrikal.

Tak puas…hutan sudah mulai menguning

Sungai sudah teracun limbah

Ikan-ikan mati tak bersisa

Makhluk  binasa tiada pangan

Uang sudah melimpah

Tak terhitung berapa jumlahnya

Mataku silau melihat harta

Namun tak tahu apa bunganya

Rombongan Mapala Humendala mengikuti dari belakang sembari membagikan bibit pohon kepada masyarakat.

“Ditanam ya buk !” ujar Joni kepada seorang wanita bermata sipit yang lewat disampingnya usai teatrikal di depan Hotel Aryaduta.

Bibit pohon berasal dari bantuan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Riau. Mahdinur Efendi ketua umum Humendala, mengatakan seluruh bibit berjumlah 1000 buah, terdiri atas 500 bibit durian dan 500 bibit sirsak.

“Kami mengajukan Proposal ke Bappeda,” tambah Chairul Amali, ketua pelaksana.

Harapannya kegiatan Peringatan Hari Bumi ini adalah, agar masyarakat peduli terhadap hutan. Hutan menjadi sangat memprihatinkan. Karena imbasnya kembali kepada masyarakatlah yang tidak dapat disesalkan. “Hutan sangatlah penting, kita harus menghemat,” ujar Chairul.

Ditempat yang sama, Kommapala Winnetow Fakultas Teknik UNRI dan Wanapalhi STMIK AMIK Riau juga bergabung usai acara. Masyarakat yang melintas juga ikut bergabung untuk berfoto bersama. #Raudatul Adawiyah Nasution

Views – 62

Leave a Reply