Himatro Taja Pelatihan Membuat Aplikasi Berbasis Android

Himatro UNRI

Foto Bersama Usai Perayaan Milad Himatro di Lobby FT. Doc : Panitia

Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (Himatro) Fakultas Teknik (FT) Universitas Riau (UNRI) adakan workshop membuat sistim aplikasi berbasis android. Kegiatan ini diadakan di Auditorium FMIPA UNRI, Senin (30/4). Workshop ini diadakan dalam rangka memperingati milad Himatro ke 19.

Nazruddin Safaat jadi pemateri workshop ini. Ia berharap melalui pelatihan ini mahasiswa dapat membuat sendiri aplikasi berbasis android. Karya itu juga bisa dijual dan bisa jadi pemasukan untuk mahasiswa. “Intinya harus kreatif dan memiliki daya jual,” ujar Nazruddin.

Sebelum membuat aplikasi android, hal pertama yang harus dilakukan ialah memahami tren serta motivasi dalam pembuatan aplikasi.

Ada tiga tren dalam membuat aplikasi android yaitu, Android Studio, X code dan Windows Phone. Android Studio ialah pengembangan terpadu untuk aplikasi Android. Android Studio dipilih karena memiliki banyak fitur yang memudahkan para pembuat program terutama programmer level dasar yang ingin belajar lebih tentang android.

Walaupun pada prosesnya Android Studio cukup banyak menghabiskan RAM pada perangkat personal computer. Laman Developer Android jelsakan dalam situsnya bahwa Integrated Development Environment (IDE) adalah software yang biasa digunakan programmer. Software ini tersedia untuk digunakan pada sistem operasi Windows, Mac OS X dan Linux.

Selanjutnya ialah X Code, alat pemrograman besutan Apple untuk membuat aplikasi yang dijalankan dalam lingkungan Apple (iOS dan MacOS). Tren ketiga ialah Windows Phone yang masih berada cukup jauh di belakang Android dan iOs. Dari ketiga tren tersebut yang paling mudah dipakai adalah Android Studio.

Setelah menentukan tren, langkah berikutnya ialah untuk membuat aplikasi mobile. Ada tiga cara membuat aplikasi mobile yaitu membangun aplikasi berbasis web, native dan hybrid.

Dilansir dari situs dumetschool.com, aplikasi web biasa gunakan teknologi HTML5 CSS, PHP dan Javascript. Kemudian ginakan bootstrap atau JQuery mobile agar desain menyesuaikan dengan layar smartphone. Kelemahan aplikasi web ini ialah pengalaman pengguna terhadap aplikasi tidak maksimal, ini karena aplikasi yang berjalan di mesin pencari berjalan lambat. Serta tidak efisien karena harus membuka mesin pencari dan mengetik URL untuk menjalankan aplikasi.

Nazruddin kemudian jelaskan aplikasi native. Aplikasi ini berjalan atau terinstal langsung ke sistim operasi smartphone. Kelebihannya ialah pengalaman pengguna lebih baik dan efisien, karena dengan sekali tekan aplikasi dapat langsung berjalan. Namun aplikasi ini juga memiliki kekurangan seperti biaya pembuatan yang besar, alat yang digunakan bersifat open source, memerlukan sumberdaya dan waktu yang lama.

Selanjutnya ialah aplikasi hybrid. Aplikasi ini adalah jalan tengah antara memilih teknologi web atau native. Developer website dapat juga membangun aplikasi native.

Teknologi hybrid adalah teknologi yang memungkinkan developer website untuk bisa membangun aplikasi seperti native. Jadi bisa dibilang teknologi hybrid adalah jalan tengah antara memilih teknologi web atau native. Performa aplikasi hybrid secara keseluhan tidak sebaik native, namun lebih baik dari web.

Salah satu keuntungannya ialah hemat biaya dan sumber daya, waktu yang relatif cepat serta bersifat multiplatform.

Usai penyampaian materi, peserta kemudian diajak praktik langsung dengan gunakan aplikasi studio mobile. Nazruddin bimbing langsung peserta membuatnya.

Kegiatan ini diadakan untuk memperingati milad Himatro. Kegiatan dimulai pukul sebelas pagi. Yofan Hakiki, Wakil Gubernur Mahasiswa FT beri sambutan. Menurutnya kegiatan Himatro tiap tahun terus meningkat. Ia berharap terjalin sinergitas antara BEM FT UNRI dengan Himatro.

Achizul Hendri, ketua Ikatan Alumni Teknik Elektro beri sambutan sekaligus buka acara.  Ia ceritakan perjuangan terbentuknya Himatro. Sebelumnya, nama Himatro adalah Himpunan Mahasiswa Teknik Listrik. Kemudian, pada 2002 dirubah menjadi Himatro. Pada 1996, mahasiswa teknik elektro membentuk forum kecil di bawah Fakultas Ilmu Sains dan Teknologi UNRI pada masa itu. Setelah 2 tahun, forum mahasiswa yang beranggotakan 5-6 orang ini membentuk himpunan kemahasiswaan sendiri khusus Teknik Elektro.

“Kami menyusun berkas administrasi pembentukan kelembagaan bersama dosen teknik elektro,” ujar Achi—sapaan akrabnya.

Kemudian pada April 1999, ketua umum beserta jajaran kepengurusan Himatro pertama kali dilantik. Salah satu alasan mahasiswa membentuk himpunan ini agar tidak membayar uang praktikum.

Achi cerita bahwa awal terbentuknya FT hanya terdiri dari empat program studi. Teknik kimia, teknik mesin, teknik sipil dan teknik elektro. Namun hanya teknik mesin dan teknik elektro yang dipungut biaya praktikum, selebihnya tidak.

“Hal ini menimbulkan kecemburuan terhadap mahasiswa Teknik Elektro,” ujarnya. Acara kemudian berlanjut ke pelatihan pembuatan aplikasi. Rangkaian kegiatan selesai pukul tiga sore.

Penulis: Mikhaterecia Sidabalok

Editor: Rizky Ramadhan

Leave a Reply