Dua Anggota Humendala Dilepas Mendaki Puncak Kilimanjaro

Humendala Seven summit

Dua orang alumni mahasiswa pecinta alam Humendala Fakultas Ekonomi dan Bisnis, akan melakukan pendakian di Gunung Kilimanjaro, Tanzania dari tanggal 3 hingga 14 November.  Ahmad Fadillah dan Erdy Damanik dilepas oleh Doni Aprialdi – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau, Sabtu siang (20/10) di depan gedung dekanat FEB Universitas Riau.

Selepas pelepasan dan pemberian bendera Mapala Humendala secara simbolis, acara disambung di gedung Yudisium FEB. Beberapa undangan tampak hadir, seperti Jikalahari, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau, mahasiswa juga beberapa media.

Yemima Adheline, Ketua Humendala beri sambutan. Ia sampaikan ini merupakan pendakian kedua dalam Seven Summit Expedition. Sebelumnya berhasil menaklukkan Puncak Cartensz.

Kemudian dilanjutkan oleh Erdy Damanik. Ia jelaskan sekilas tentang  Mapala Humendela.

Humendala berdiri sejak 20 Desember 1990. Sebagai sebuah organisasi kampus yang bergerak dalam bidang kegiatan alam bebas, mendaki gunung menjadi salah satu bidang kegiatan utamanya. Menurutnya olahraga mendaki gunung atau mountaineering menjadi salah satu tolak ukur prestasi sebuah lembaga penggiat alam bebas. Juga menjadi ukuran secara personal semua pendaki.

”Kami mengusung tema Riau Menggapai Atap Dunia,” kata Erdy.

Tak hanya sebagai ajang promosi, Erdy katakan pendakian ini juga bermaksud  menyampaikan pesan pentingnya penyelamatan lingkungan. Mulai dari laju pemanasan global dan perubahan iklim.

Pasalnya, pemanasan global akibat perusakan hutan dan pencemaran udara menyebabkan penurunan  signifikan jumlah salju di Kilimanjaro setiap tahunnya.

Erdy berharap pendakian yang akan dilakukannya dapat memberi pemahaman untuk peduli terhadap lingkungan. Agar nantinya generasi penerus dapat menikmati hasil dari alam itu sendiri. Udara yang sehat juga sumber-sumber kehidupan yang disediakan  alam.

“Humendala Seven Summet Expedition dapat terus berlanjut dan segera menyelesaikan pendakian di tujuh puncak tertinggi di dunia,” harapnya.

 

Reporter: Ica Rahayu

Editor: Dicky Pangindra Aljokjawi

Leave a Reply