Pemira UR di FISIP Minta Diulang

Fisip 3

Lorong jalan di depan ruang perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ditutup pada (18/3) karena sedang berlangsungnya Pemilihan raya (Pemira) calon presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa serta pemilihan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) periode 2014-2015.

Pemilihan berlangsung dari pukul 8 pagi hingga pukul 3 siang. Berdasarkan peraturan, pemilihan tersebut ditutup pukul 2 siang, akan tetapi berdasarkan hasil rembukan kembali dan mempertimbangkan waktu pembukaan ditiap fakultas, penutupan ditunda hingga pukul 3 siang.

“Tadi ada rembukan lagi dan keputusannya pemilihan ditiap fakultas ditutup pukul 3 siang, tidak jadi pukul2, karena di tiap fakultas tadi ada yang pembukaan acara pemilihannya molor,” ujar Panitia.

Di FISIP tersedia 6 laptop untuk menjalankan sistem E-vote dalam pemungutan suara. Letak bilik suara terlihat tidak begitu baik dari segi kerahasiaan, karena bilik suara mengarah keluar (jalan) sehingga orang lain dapat melihat apa yang dipilih oleh si-pemilih. Terlebih lagi ada panitia yang berdiri di belakang si pemilih.

“Kalau dibilang sesuai, jelas tidak, karena pemilihan menjadi tidak rahasia karena letak bilik suara yang membuat orang lain dapat melihat apa yang dipilih oleh mereka,” tutur Firman, Saksi dari nomor urut 1.

Beberapa mahasiswa yang ingin memberikan hak suaranya tidak terdaftar tapi mereka punya Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Panitia tidak mengetahui penyebab pasti hal tersebut. Panitia hanya bisa mengatasi dengan melaporkan hal tersebut ke Puskom, karena masalah tersebut akan diurus langsung oleh Ketua PPRU.

“Sampai saat ini ada 3 mahasiswa yang KTM-nya tidak terdaftar, kami sudah mencatat dan melaporkannya ke Puskom, itu akan diurus oleh PPRU,” jelas Panitia.

Pemilihan berlangsung sepi di pukul 8, kemudian mulai ramai disekitar pukul 10. Lalu sepi kembali dan  diakhir-akhir menjelang penutupan  berakhir dengan ricuh. Pukul 15.03 saat perolehan suara hendak dihitung dan saksi-saksi telah duduk di depan infokus dengan keadaan sekitar yang cukup ramai, tiba-tiba saja ada rundingan di antara panitia. Terlihat suasana berubah menjadi tegang. Hingga adzan Ashar berkumandang, perolehan suara belum juga dihitung dan diumumkan. Hingga sebagian besar orang memutuskan untuk sholat terlebih dahulu.

Setelah Ashar, pengumuman juga belum ditampilkan, sudah ada kerumunan orang-orang. kemudian ditampilkanlah hasil perolehan suara, dan seketika itu terdengar suara sanggahan dari seorang mahasiswa. Satrio, mahasiswa ini menuntut dan tak terima dengan hasil pemilihan tersebut, alasannya karena jumlah yang memilih dalam E-vote dengan jumlah yang memilih yang ditandai dengan ditulis tangan oleh panitia itu berbeda. Sehingga ia meminta bukti berkas tulis tangan tersebut.

Sayangnya, bukti berkas tersebut telah dibawa pulang oleh panitia yang sudah tidak berada di tempat. “Ada dari salah satu saksi tidak percaya sepenuhnya tentang sistem e vote ini. Maka kami harus menghitung ulang data yang masuk. Namun karena terbawa pulang salah satu panitia. Maka kami harus menunggu panitia tersebut” ujar Maharani, salah satu Panwas di FISIP.

Kemudian Satrio meminta agar panitia lain menjemput berkas tersebut. Namun, berkas yang disebut-sebut tersebut tak urung muncul. Hingga semakin banyak saja kerumunan orang, dan justru berlanjut pada penyalahan sistem. Mereka menyalahkan sistem e-vote yang dinilai tak lebih baik dari sistem manual  atau coblos, dan justru menyulitkan mahasiswa karena mahasiswa harus membawa KTM atau bisa juga dengan KHS atau KTP.

Selain itu Satrio menyalahkan panitia. Tampak hadir juga ketua BEM UR, Fadli. Ia angkat bicara dan membela panita dengan mengatakan, tolong hargai kerja mereka, mereka sudah bersusah payah melakukan ini.

Kerusuhan tersebut terus berlanjut dengan bertambahnya mahasiswa yang angkat bicara, hingga Satrio meminta agar pemilihan diulang, tak jelas apa akhir dari kerusuhan tersebut. mereka bubar begitu saja, dan untuk sementara perolehan suara di FISIP belum dapat dituliskan karena adanya masalah-masalah tersebut.

Ada 3 pasang kandidat yang bertarung di Pemira UR. Pasangan 1,  Muhammad Nasrullah Fakultas Ekonomi dan Deni Hariandi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Pasangan 2, Zulfa Hendri Fakultas keguruan dan Ilmu Pengetahuan dan Hendri  Fakultas Teknik. Pasangan 3, Kasrul Akbar Dahlan Fakultas Pertanian dan Rendy Yonelananda Putra Fakultas Ekonomi.#Fira dan Maya

Views – 540

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *