Sosialisasi EADC Metro TV di Pekanbaru

foto : Ica BM

Eagle Awards Documentary Competition (EADC) Metro TV adakan diskusi bersama mahasiswa dan komunitas film se Pekanbaru, Rabu (15/4). Dimulai pukul 3 sore di Sekretariat Bahana Mahasiswa Universitas Riau (UR) Gobah. Kegiatan yang bekerjasama dengan Bahana Mahasiswa UR ini dihadiri sekitar 45 orang.

Diskusi, jelaskan tentang eagle awards, dan film dokumenter. Juga sosialisasikan bahwa EADC adakan kompetisi film dokumenter bagi mahasiswa dan umum, pada usia 19 hingga 35 tahun. Tidak hanya itu, akan kenalkan film dokumenter sekaligus roadshow pada 21 Mei di Lantai IV Ruang Serbaguna Rektorat UR.

EADC adalah ajang kompetisi film dokumenter yang diselenggarakan tiap tahun oleh Metro TV. Pesertanya akan dibagi berkelompok, satu kelompok terdiri dari dua orang. Akan ada 5 tim yang terpilih dapatkan hadiah berupa beasiswa pendidikan film dokumenter, dan filmnya akan diproduksi secara gratis. Setelah itu dikompetisikan lagi dan dinilai oleh juri dengan kategori terbaik, dan pilihan pemirsa yang divoting secara online di website metrotvnews.com.

Roadshow nantinya bertujuan untuk sosialisasikan tema lomba, sharing pengalaman, dan belajar membuat proposal,” ujar Syahril perwakilan Metro TV. Ia katakan, kegiatannya untuk masyarakatkan dokumenter. Juga ingin menjaring peserta, karena dari seluruh Sumatra hanya Pekanbaru yang belum pernah ada finalisnya.

Syahril katakan bahwa dirinya sangat antusias dengan mahasiswa Pekanbaru yang bersedia hadir untuk belajar film dokumenter. “Pekanbaru prospeknya bagus walaupun dari segi pengetahuan banyak yang belum tahu film dokumenter. Tapi saya antusias karena mereka mau datang dan semangat untuk tahu,” ucap Syahril. Ia berharap ada finalis dari Pekanbaru, yang sampaikan aspirasi lewat film dokumenter. Sehingga Pekanbaru juga dikenal memiliki komunitas film besar dan film maker.

“Saya tertarik ikut kompetisi EADC karena sebelumnya film dokumenter di Pekanbaru seperti mati suri,” ungkap Mulya A Syukur dari Komunitas Post Card. Menurutnya, dokumenter sama seperti cerpen, bedanya film dokumenter adalah fakta yang memiliki tingkat aktualitas tinggi dan dibutuhkan persiapan meluruskan niat. Ia juga berharap berkesempatan bagi komunitasnya ikut lomba. (*10)

Views – 646

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *