Wan Muhammad Anza : Pembentuk Karakter ialah Kejujuran

foto : Badru BM

Minggu (27/9), hari kedua pelaksanaan seminar dan Capacity Building Bidikmisi 2015 dimulai pukul 8 pagi dengan asap yang semakin tebal. Dilansir dari portal berita tribunnews.com kabut asap yang terpantau semakin tebal. Akibatnya sejumlah daerah seperti Kota Pekanbaru dan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu jarak pandang hanya 100 meter.

Mas’ud Tahidin, motivator  pemuda yang pernah raih juara 1 debat se Sumatera tahun 2000 sampaikan materi. Ia katakan bahwa, tidak ada anak bodoh saat lahir. Selain beri motivasi, ia juga ajak peserta melakukan senam otak. “Untuk seimbangkan antara otak kanan dan kiri. Otak kiri berikan respons mengenai sifat logis, dan rasional, sedangkan otak kanan lebih kepada sikap santai dan tidak beraturan,” ucapnya.

Usai motivasi, tiba-tiba sekelompok orang di ujung tribune gedung terlihat panik. Seorang mahasiswi bernama Fitri dari Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jatuh pingsan. Fika salah seorang rekannya katakan bahwa ia tiba-tiba jatuh. “Memang dia belakangan ini sesak nafas,” ujarnya sambil berlari menuju mobil panitia untuk membawa Fitri kerumah sakit UR.

Andres Pransiska maju mewakili kelembagaan dan mengajak seluruh perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kedepan dan sosialisasikan lembaga masing-masing.

Salah satu UKM yang bergerak dibidang sosial kemanusiaan—Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) dan bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan Mahasiswa UR lakukan siaga. Bagikan masker keseluruh peserta. Satu tandu dan alat kesehatan disiagakan, buat posko darurat di depan gedung serta satu ambulance.

Sekitar pukul 11 siang, materi dilanjutkan oleh Wan Muhammad Anza selaku General Manager PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Ia sebutkan bahwa orang sukses ialah orang yang memiliki spritual question yang tinggi. Menurutnya, hal utama pembentukan karakter ialah kejujuran. Ada kakarakter yang harus dimiliki oleh seseorang, dan tidak harus dimiliki oleh setiap orang tergantung minat dan profesi.

“Jika karakter sudah terbentuk maka tuailah hasil positif,” ujarnya. Ia jelakan lagi, sebuah karakter juga harus ditekankan dari diri sendiri. Solusinya antara lain, haruslah mengurangi rasa takut, jangan anggap diri sebagai pecundang, dan ucapkan selamat tinggal pada hal yang telah terjadi.

Usai makan siang, talkshow dilanjutkan. Ir. H. Arsyad Juliandi Rachman selaku Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau beri materi terkait kabut asap saat ini. Ia katakan, asap di Riau adalah kiriman dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan dan asap dapat dihilangkan dengam adanya hujan dan angin.

“Acaranya bagus, walau ada rasa kecewa karena beberapa pemateri tak datang, seperti Dahlan Iskan,” ujar Rahmat Sendani, dari Fakultas Hukum. Ia merasa maklum karena faktor alam. Namun ia kecewa karena saat kegiatan ada kerja bangunan. #Badru dan Lian

Views – 559

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *