foto : Aisyah
KampusPerca

Al-Madani FISIP Taja LKMI

0

Lembaga Semi Otonom (LSO) Al-Madani Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) taja Latihan Kepemimpinan Manajement Islam (LKMI) di gedung Laboratorium Pariwisata. Bertajuk Pemimpin Muda untuk Peradaban Islam pada 28 Februari hingga 1 Maret lalu. 80 peserta dari berbagai jurusan di FISIP ikuti kegiatan.

Sekitar pukul 9 pagi acara mulai dibuka oleh Adrian selaku Master of Ceremony. Hadir pemateri, Ustadz Taswin Prawira M.A paparkan seputar kepemimpinan. Lima tugas seorang pemimpin yang pertama harus ikhlas, bijaksana, memiliki rasa kasih dan sayang, bersahabat, dan terakhir berani. “Kalau tidak ada ciri kelima itu, maka tidak bisa dikatakan seorang pemimpin,” ujar Taswin. Ia juga sampaikan pandangan Islam tentang mahasiswa ikut berdemo. “Tergantung pada penyampaian aspirasinya tersebut benar atau tidaknya. Sebenarnya berdemo tidak ada dalam Al-qur’an, tapi menyampaikan hak kepada pemerintah itu ada, yang dilarang itu adalah menyampaikan hal yang negatif,” tambahnya.

Ustadz Umar Khattab paparkan tentang teladan Rasulullah dalam menghadapi konflik. Ia katakan konflik tidak bisa dihindari karena sudah menjadi sunatullah, sebab dari zaman dulu konflik sudah ada. Penyelesaian konflik menurut Islam, diantaranya program peningkatkan ilmu iman tertulis dalam QS. Al-anfal:63. Kedua, tim kerja sebagai sarana mendorong anggota organisasi yang bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sah tertulis dalam QS. Al-hujurat:10, 3.

Pukul 3 sore dua materi usai, dilanjutkan dengan malam bina dan dakwa hingga pagi. Esoknya pukul 8 pagi diisi materi teknik persidangan oleh Topan Rezky Erlando selaku Mentri Advokasi dan Hukum Badan Eksekutif Mahasiswa. Ia sampaikan bahwa sidang adalah pertemuan format orang, guna bahas masalah tertentu dalam upaya menghasilkan keputusan yang dijadikan sebuah ketetapan. “Sidang adalah alat mempermudah,” paparnya.

“Saya mengikuti kegiatan ini untuk mendapatkan ilmu tentang kepemimpinan karena zaman sekarang jiwa kepemimpinan dari pejabat mulai luntur,” ujar Desy Kurnia selaku Peserta. “Misalnya, tidak adil terhadap rakyat dan tujuan saya megikuti kegiatan ini untuk menerapkan jiwa kepemimpinan dalam kehidupan dan bisa mengaplikasikan kepemimpinan dan latihan dalam sidang simulasi,” jelasnya.

“Alasan pilih tema karena peradaban Islam tidak terlepas dari peran pemuda. Maka pemimpin muda yang memiliki peradaban Islam sangat diperlukan, tujuannya untuk melatih mahasiswa baru,” ujar Syafrianda selaku Ketua Pelaksana. (*2)

UR Tuan Rumah KKN Kebangsaan

Previous article

‘Ngemis’ Dana Ala Kelembagaan

Next article

Comments

Leave a Reply