KampusPerca

Faperika UR jadi Tuan Rumah Rakernas Himapikani

0
Foto : Doc Panitia

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau (Faperika UR) jadi tuan rumah perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Mahasiswa Perikanan (Himapikani) ke XII. Rakernas bertajuk Dari Himapikani untuk Indonesiaku, pada 30 Agustus hingga 8 September 2014.

Diikuti oleh perwakilan delegasi mahasiswa Universitas Teuku Umar, Universitas Malikus Saleh, Universitas Sumatera Utara, Universitas Sriwijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Antakusuma, Universitas Mulawarman, Universitas Tadulako, Universitas Hasanuddin, Universitas Pattimura, dan Universitas Darussalam.

Agenda seminar hadirkan pemateri dari dalam dan luar kampus, Sekretaris Jendral Kementrian Penilaian—Prof. Sjarif Widjaja, Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Perindo—Dr. Agus Suherman, Sekretaris Balai Penelitian dan Pengembangan—Indra Sakti S.E.M.M, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau—Surya Maulana dan Dosen Faperika UR—Dr. Mufrizal.

Hari pertama, seminar di Ruang Serbaguna lantai IV Rektorat UR. Mengusung tema Kelautan dan Perikanan dalam Tantangan AFTA 2015. “Hari ini jadi penyambutan bagi perwakilan delegasi,” jelas Robertto saat di jumpai di Sekre Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UR samping Sekre Resimen Mahasiswa.

Focus Group Discussion (FGP), agenda diskusi dengan tema Pasca Pilpres 2014 : Ada Apa dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP)?  “Dibahas dengan hangat oleh seluruh delegasi di Kantor Dinas Kehutanan Pekanbaru,” papar Robertto. Hasil dari FGP ini adalah Himapikani tolak peleburan dan pemecahan KKP. Alasannya karena peleburan dan pemecahan KKP itu pengangkangan dan penganlegitimasian terhadap Deklarai Djuanda dan Undang-undang No.17 tahun 1985 tentang UNCLOS.

Hasil diskusi juga bulatkan pendapat bahwa sebaikanya kementrian kelautan dan perikanan fokus kepada sumber daya hayati. Selain itu, Himapikani juga paparkan enam calon yang akan diajukan jadi mentri kelautan dan perikanan pemerintahan mendatang. Diantanya, Prof. Rohmin Dahuri, Prof. Jamaluddin Joempa, Dr. Agus Suherman,  Prof. Irwan Effendi, Prof. Alex Retraobun, dan Prof. Salah Hutabarat. Himapikani berharap hendaknya pejabat yang terpilih nantinya berasal dari kalangan professional.

Hari keenam, panitia dan delegasi berangkat ke Pelalawan, Kabupaten Meranti. Kegiatan kampanye peduli pesisir dan kunjungi tempat wisata Bono. Peserta juga berangkat ke Dumai tanam mangrove.

Robertto berharap Himapikani dapat jalankan tugas dan peran sebagai agent of change. Lebih solid untuk tunjukkan langkah nyata sebagai awal menuju masyarakat pesisir, petani ikan dan nelayan sejahtera. Rakernas hasilkan empat pokok program kerja berbasis kegiatan, Training Advokasi dan Kepemimpinan Nasional (Tridaknas), ekspo perikanan, pekan aksi nyata dan konsolidasi, loka karya dan advokasi nasional.

“Rakernas ini terhimpun dalam kesederhanaan,” ujar M.Y Sangadji delegasi Universitas Pattimura, Ambon. “Rakernas juga wadah eratkan ikatan kekeluargaan antar peserta,” ujar Nala Gati,delegasi Universitas Anta Kusuma, Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Ia merasa bahagia disambut dengan baik oleh panitia. #Harnila

Yudisium FH UR ke 23 dan 24

Previous article

659 Peserta Yudisium FKIP UR dikukuhkan

Next article

You may also like

Comments

Leave a Reply

More in Kampus