KampusPerca

Fokus dan Kesungguhan sebagai Kunci Berwirausaha

0

Kewirausahaan (entrepreneurship) merupakan salah satu faktor produksi yang berperanan dalam pembangunan. Secara umum, wirausaha sangat diperlukan untuk memperkuat perekonomian Indonesia.

Menurut Bantuan atau akrab disapa Aan, kemauan yang kuat dalam memulai berwirausaha dapat mendukung suksesnya suatu usaha. Ia contohkan empat perusahaan yang kini namanya tak asing lagi ditelinga. Seperti Go-Jek, Grab, BukaLapak, Traveloka dan Ruang Guru.

Aan sendiri adalah pendiri beberapa perusahaan, seperti Lancangkuning.com dan Garuda Cyber Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi. Perusahaan ini telah menghasilkan produk berupa Smart Campus, Smart School, Transfer Pintar, TokoKarcis.com, Garuda Kasir. Yang terbaru sebuah Yayasan Garuda Teknologi Indonesia, yayasan untuk pendidikan.

Ia juga penemu aplikasi Pasti Hebat, sebuah aplikasi start-up untuk mencari guru les privat secara online dengan basis lokasi terdekat.

Pada perusahaan ini Aan mampu mempekerjakan dua ribu guru dalam satu kota dikali dengan beberapa kota di Indonesia. Dengan aplikasinya ini Aan berharap bisa membantu pemerintah dalam menyejahterakan guru-guru di Indonesia

 “Aplikasi ini seperti Ruang Guru, mempertemukan siswa dan murid,” jelas Aan saat mengisi Seminar Kewirausahaan di Auditorium FMIPA UNRI beberapa waktu lalu.

Ia juga sempat memberikan beberapa tips mencari ide untuk memulai suatu bisnis.

Pertama, fokus pada masalah yang ada di lingkungan. Seperti halnya dia menciptakan aplikasi Pasti Hebat. Masalah yang dia maksud yaitu sulitnya menemukan guru les. Juga adanya ketidaksesuaian antara pengajar dan murid.

Kedua, memodifikasi bisnis orang lain. Kemudian cari ide setelah bertanya pada pasar serta penuhi kebutuhan konsumen.

“Konsumen adalah pembeli, pembeli adalah raja, sebagai raja dan kita sebagai pelayan. Penyedia harus mampu membuat produk-produk yang membantu mereka dalam menyelesaikan masalah.”

Buat produk atau jasa yang lebih murah. Permudah hidup orang lain, karena bisnis bermula dari masalah. Namun jika bisnis berhasil,  hidup orang lain jadi mudah. Baginya, selain kemauan harus ada niat yang sungguh dari hati.

Jadikan pula bisnis sebagai hobi atau passion. “Pengalaman juga turut mendukung.”

Masih kata Aan, jika poin di atas sudah terpenuhi, kita bisa mulai berwirausaha dengan membuat hal-hal yang kecil kemudian dibagikan ke media sosial.

Seorang wirausaha harus fokus pada satu ide dari banyaknya ide yang sudah ada. Setelah itu cari orang yang tepat sebagai pembina dalam membangun ide tersebut. Penting, jangan pernah membagi suatu ide yang sudah matang, apalagi pada saingan yang jenisnya sama.

“Namun bila belum matang, tak apa dibagi guna mengetahui bagus atau tidaknya ide.”

Jika sudah yakin, jalankan bisnis tersebut. Jika anda gagal jangan pernah takut mencoba kembali karena kegagalan itu sebagai pembelajaran kita dimasa depan.

Aan ibaratkan bisnis seperti pejuang. Jika  gagal dan tidak bangkit lagi, semua yang telah diperjuangkan jadi sia-sia. Gagal adalah pembelajaran untuk bangkit lagi.

Penulis : Artia Br Muthe, Neltzy Sister Siregar

Editor : Annisa Febiola

Surat Pembaca Mengenai Berita Bahana “FISIP pun Turut Berujung Aklamasi”

Previous article

Mahasiswa UNRI Raih Medali di Shanghai

Next article

Comments

Leave a Reply