KampusPerca

Langkah Media Hadapi Era Digital

1

“Siapa yang tidak tanggap dan reaktif terhadap pertumbuhan teknologi, akan tertinggal oleh laju perkembangan zaman,” ujar Arifin.

Arifin Asydhad, pendiri Kumparan.com menjadi salah satu pemateri dalam seminar yang diselenggarakan riauonline.co.id. pada Sabtu (17/11).

Dalam seminar ia sampaikan bahwa tidak hanya kualitas konten yang berperan dalam pers digital, tapi kemampuan berinvestasi untuk mengembangkan dan mengelola teknologi sangat penting untuk meningkatkan mutu media online yang kita bangun.

Hal itu ia sampaikan sesuai dengan tema acara seminar NuMedia Cyber Menuju Era Virtual, yaitu mengenai kiprah dunia jurnalistik dalam menghadapi perubahan menuju era media digital.  

Dalam acara yang bertempat di lantai tiga Perpustakaan Soeman HS, Arifin juga menyampaikan, ada tiga point utama yang jadi landasan untuk mewujudkan New Media Cyber. Yakni inovasi, kolaborasi dan aliansi.

Katanya, untuk merancang platform yang rapi, ia bahkan menghabiskan dua miliar rupiah demi membangun media daring yang kompeten, apalagi terkait merekrut tenaga profesional bidang IT dan programmer. “Oleh sebab itu, industri seperti ini tidak bisa main-main, bagi yang tidak serius menghadapinya lebih baik mempertimbangkan resiko terlebih dahulu.”

Lain halnya dengan Rahim Asyik. Ia fokus pada media pers daerah dalam menanggapi fenomena digitalisasi media. Menurutnya, insan pers daerah harus berani tampil dan membuka “pasar” tersendiri di wilayah masing-masing.

Infografis Liputan NuMedia Cyber Menuju Era Virtual-min

NuMedia Cyber Menuju Era Virtual, Infografis: Marda Annafin Kurniawan

“Karena jika ikut bersaing dengan media-media besar seperti Kumparan, Tirto, dan lainnya butuh modal yang sangat besar.”

Kang Rahim ini turut memaparkan strategi untuk meningkatkan eksistensi media daerah, yakni: memperkuat teknologi data dan konten, meracik produk berita yang baru sesuai pasar dan berusaha menjadi perusahan yang memiliki konsep jangka panjang serta jangka pendek.

“Saya dengan Ayo Media Network berencana mengembangkan jejaring 15 Ayo di berbagai provinsi di Indonesia. Jadi, setelah ayobandung.com akan ada ‘ayo-ayo’ lainnya yang khusus bergerak di bidang pers digital setiap daerah.” Kata Rahim saat itu.

CEO penyelenggara acara ini juga ikut menyuarakan pembahasan mengenai langkah-langkah yang dilakukan riauonline.co.id dalam menciptakan konten yang berkualitas. “Kolaborasi media siber adalah jawabannya, kolaborasi memudahkan kita mencapai tujuan secara efektif, efisien, dan benefit,” tutur Fakhrurrodzi.

Hal itu dibuktikan dengan terjalinnya kerjasama riauonline.co.id dengan VOA Indonesia, BaBe, UC News, Liputan 6 dan situs berita Suara.com.

Bersama Kumparan, portal berita Riau berkomitmen dalam program 1001 startup media online. Hasilnya, terbentuklah SelasarRiau.com.

Peserta dari seminar, sebagian merupakan  reporter-reporter media dari Pekanbaru. Mahasiswa, blogger dan segenap penggiat jurnalistik lainnya.

Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab antara hadirin dan narasumber.

 

Reporter: Marda Annafin Kurniawan

Editor: Ambar Alyanada

Bentuk Pemimpin Ideal, BEM FMIPA Taja Diskusi Panel

Previous article

Diskusi Ringan Fopersma Mengenai Media Daring

Next article

1 Comment

Leave a Reply