KampusPerca

Pengabdian Melalui Program SDGs di Desa Okura

0

Program Volunteer Desa SDGs di Desa Okura, Rumbai Pesisir yang diadakan Dinas Pemberdayaan Desa & Mobilitas Relawan Inovator Nusantara Regional Riau saat ini masih berlanjut.

SDGs atau Sustainable Development Goals merupakan program pembangunan berkelanjutan, dimana mencakup 17 tujuan dan 169 target dengan tenggat waktu tertentu. Program ini termasuk salah satu agenda pembangunan dunia untuk mewujudkan kesejahteraan manusia dan planet bumi.

“Program ini diperkirakan akan terus berlanjut selama satu semester kedepan,” kata Kevin Triadi, selaku Ketua Pelaksana Inovator Nusantara Riau. Ia Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNRI.

Melihat banyaknya peminat, terutama mayoritas mahasiswa FISIP dalam kegiatan ini, maka dilakukan perekrutan. Perekrutan terbuka bagi mahasiswa UNRI maupun universitas lainnya dengan persyaratan dan seleksi.

Terdapat enam orang volunteer dari UNRI. Keenamnya ikut dalam Launching Desa SDG’S yang dilaksanakan Februari lalu.

Bentuk pengabdian mereka seperti mengajar siswa Sekolah Dasar (SD). Kevin katakan, tim sukarelawan menjalin kerja sama dengan SD Negeri 16 Pekanbaru dalam melakukan pembinaan. Mereka melakukan berbagai metode yang unik dalam mendidik siswa sehingga siswa antusias. Seperti tanya jawab yang disertai hadiah bagi siswa yang menjawab.

Desa Okura dipilih sebagai desa binaan karena aksesnya mudah dijangkau dan jarang mendapat perhatian. Selain itu, kebutuhan desa terutama sekolah masih dipandang kurang memadai.

“Semoga teman-teman mahasiswa lain tertarik mengabdi dan berbagi ilmu kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Kevin.

Untuk saat ini program yang dijalankan dikhususkan untuk pendidikan yang merata yang ditargetkan di lingkungan sekolah. Namun kedepannya program ini akan terus dikembangkan hingga lingkungan masyarakat dengan menjalankan program tanpa kemiskinan.

Sebelumnya ada Millenium Development Goals (MDGs). Pada 21 Oktober 2015 SDGs resmi diterbitkan menggantikan MDGs sebagai tujuan pembangunan bersama sampai 2030. Hal ini disepakati oleh berbagai negara dalam Forum Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Secara umum, tujuan SDGs mencakup tiga dimensi. Yakninya pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial dan perlindungan terhadap lingkungan. Tujuan ini nantinya akan dimonitor dan ditinjau dengan indikator-indikator global.  Oleh Kelompok Lintas Badan dan Ahli, kerangka indikator ini akan dikembangkan setelah disepakati oleh Komisi Statistik PBB.

Tak hanya itu, pemerintah juga ikut mengembangkan indikator nasional guna tercapainya tujuan SDGs. Selanjutnya akan ditinjau oleh Forum Tingkat Tinggi Politik tentang Pembangunan Berkelanjutan menggunakan sebuah Laporan Kemajuan SDGs yang disiapkan Sekretaris Jenderal.

Berdasarkan keterangan Kevin, program di Desa Okura masih berlanjut. Jumlah volunteer juga bertambah.

“Karena semangatnya siswa SD di sana,  kami bahkan membuat empat kegiatan dalam bulan ini,” tutupnya.

Penulis : Malini

Editor : Annisa Febiola

Dialog Terbuka Presma-Wapresma dan DPM Terpilih 2019

Previous article

FISIP Pun Turut Berujung Aklamasi

Next article

Comments

Leave a Reply