Romi Dan Rismun usai dinobatkan sebagai Bujang Dara Melayu UR 2013. Foto panitia
KampusPerca

Romi Dan Rismun, Bujang Dara Melayu UR 2013

0

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UR) taja Pekan Budaya Melayu di Gedung Rektorat lantai IV. Pekan Budaya bertajuk Peran Pemuda dalam Menjaga Kearifan Lokal Budaya Melayu Riau. Berlangsung selama 3 hari, 28 hingga 30 November lalu. Agenda terbagi menjadi 2 konsep, Seminar dan Pelatihan Budaya Melayu.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Dispora Riau ini di buka oleh Dr. Yanuar selaku Pembantu Rektor II UR. Seminar diikuti sekitar 250 mahasiswa UR angkatan 2010 hingga 2013. Hadir pemateri, Drs. Mukhtar Samad dan Edi Satri. Sesi pelatihan diisi oleh Prof. Dr. Hasna Faizah dan Yahya Anak Rainin dari Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Riau.

Hari selanjutnya, pelatihan dan persentase esai calon duta melayu UR. Pelatihan yang diberikan berupa tari khas melayu seperti tari zapin yang di bimbing oleh Dra. Hj. T. Rahmiah. Peserta yang mendaftar dan mengikuti pemilihan duta melayu terlebih dahulu mempersentasekan esai miliknya. Persentase esai merupakan salah satu syarat lolos ke tahap selanjutnya, menjadi 6 besar calon duta melayu. Sebanyak 26 orang, 13 pasang ikut serta pemilihan ajang tersebut.

Penentuan pemenang di hari terakhir, terpilih 6 besar calon. Mereka yang terilih kemudian diseleksi oleh juri. Setiap juri mempunyai hak bertanya untuk 2 orang peserta. Setiap calon di minta untuk menampilkan kebolehannya di bidang budaya khususnya melayu. Ada yang menari zapin, membaca puisi, membaca syair gubahan Raja Ali Haji dan berjalan kaki yang memilki makna dalam Melayu. Tidak hanya menampilkan keterampilan, ditanyakan juga pengetahuan serta prestasi yang sudah pernah diraih khususnya bidang budaya melayu.

Acara penutupan, pengumuman Bujang dan Dara. Romi Kurniadi, jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2012 dinobatkan menjadi Bujang Melayu. Rismun Sufia Monike Jurusan Matematika 2011 juga sebagai Dara Melayu UR. Selain mendapat penghargaan Bujang dan Dara juga mendapat uang pembinaan sebesar Rp. 500 ribu.

Rismun mengaku merasa senang. “Saya bersyukur bisa menjadi Duta Melayu,” tuturnya. Tidak hanya itu, ia mendedikasikan kemenangan untuk ayahnya yang baru meninggal beberapa minggu lalu. “Terima kasih ayah,” ujarnya dengan suara parau.

“Kedepannya sebagai duta melayu saya akan mempromosikan budaya melayu khususnya di lingkungan kampus kita ini,” tambahnya.

“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kembali peran pemuda dalam melestarikan kearifan budaya melayu khususnya di lingkungan universitas riau,” tutur Fadli selaku Ketua Panitia.#*27

 

Diskusi Memberantas Korupsi di Bumi Hang Tuah

Previous article

Olimpiade Sains Biologi SMP-SMA se-Riau 2014

Next article

Comments

Leave a Reply