BeritaKampus

Sempat Tertunda, Pemira FEB Akan Dilaksanakan Kembali

0

Panitia Pemilihan Raya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengeluarkan surat keputusan bernomor 010/SK/PANPEL-PPRF/FEBUNRI/F2/KE/1/2022–tentang pemungutan suara ulang. Rencananya, agenda kembali dilaksanakan pada Selasa, 25 Januari besok.

Melalui Instagram @pemira_febunri, panitia mengumumkan bahwa Pemilihan Raya atau Pemira diselenggarakan pukul 9 pagi hingga 3 sore. Jabatan Ibnu Syahputra dan wakilnya Fiqri Hadi Islami, akan segera berganti.

Semula, pemungutan suara dilakukan pada Senin, 19 Januari lalu. Namun, Daftar pemilih tetap atau DPT tak sesuai dengan kriteria. Banyak mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus ikut dalam daftar pemilih. Padahal sesuai syarat, DPT hanya mahasiswa aktif saja. Alhasil, Pemira FEB terpaksa diulang.

Sebelum itu, mahasiswa yang masuk dalam DPT telah memberikan tuntutan. Pertama, mengubah sistem pemilihan. Awalnya, DPT memilih pasangan calon terlebih dahulu lalu memasukkan syarat sebagai pemilih. Kemudian diganti dengan memasukkan persyaratan lalu melakukan pemilihan. Pun melanjutkan instruksi sampai selesai.

Kedua, DPT berasal dari mahasiswa aktif saja. Tuntutan ini diajukan sebelum uji coba sistem e-vote dilakukan. Namun, panitia Pemira tak mengindahkan permintaan tersebut.

Ketua PPRF, Hafiz Riyadhul Ulum pun beri penjelasan. Katanya, masalah sistem bukanlah kendala utama. Mahasiswa dinilai hanya kurang literasi. “Masalah itu tidak menjadi kendala utama, karena mahasiswa kurang literasi jadi hal itu menjadi pertimbangan untuk sistem.”

Lebih lanjut, ia berujar bahwa panitia harus mempersiapkan data mahasiswa aktif kepada pihak fakultas.

“Ada dari mahasiswa yang meragukan untuk pemilih, ada mahasiswa yang telah lulus tetapi masuk ke dalam DPT. Sehingga, panitia harus mempersiapkan terlebih dahulu dan meminta data kepada fakultas mengenai DPT,” ujarnya.

Tepat 18 Januari lalu, uji coba sistem voting turut dilakukan. Kegiatan mulai pukul 1 siang hingga 4 sore tampak tak bermasalah. Pasalnya, tidak ada pengaduan terkait server. Melihat hasil ini, panitia yakin pemungutan suara ulang dapat dilaksanakan esok hari. Sayangnya, sistem DPT belum rampung diperbaiki hingga pelaksanaan uji coba.

***

Bertarikh 17 Januari lalu, seharusnya puncak Pemira akan dilaksanakan. Hal ini berkaca pula dari linimasa yang sudah disusun panitia. Malang, kesalahan pada server yang tak bisa diakses, membuat Pemira dibatalkan. Pelaksanaan pemungutan suara pun tertunda.

Kata Hafiz, panitia tak dapat memastikan server dalam kondisi baik saat pemungutan suara dilakukan.

“Karena memilih secara bersama-sama, mungkin dari server down atau ada pembatasan kuota untuk pengiriman OTP [One Time Password]-nya.”

Hematnya, sistem vote sudah aman sebelum pemilihan dimulai. Namun, kesalahan tak dapat terelakkan, saat pemilihan sistem berulah.

“Sebelumnya sudah dibicarakan ke pihak server verifikasi email dan pengiriman kode OTP sudah aman. Akan tetapi pada saat pemilihan terjadi kesalahan,” lanjut mahasiswa angkatan 2020 ini.

Masalah akhirnya ditemukan. Penyebabnya, server Kambia membatasi jumlah akun DPT agar laman e-vote dapat diakses. Hanya 200 akun saja dapat masuk setiap jamnya. Selebihnya, laman tak dapat diakses.

Mahasiswa yang notabene sumber suara dan DPT, terkena imbasnya. Beberapa dari mereka melaporkan kendala saat pemilihan berlangsung. Marwan Hadid misalnya. Untuk bisa melakukan pemilihan, Marwan harus login berulang kali. Usai mencoba, mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi ini masih terkendala dengan server yang eror.

“Kendalanya diverifikasi akun yang tidak masuk ke email, bahkan beberapa kawan juga mengalami kendala yang sama, salah servernya itu,” tutur Marwan.

Ada juga Fikran Vachroni yang mengalami kejadian serupa. Ia bahkan tak bisa tunaikan hak pilihnya. Lagi-lagi, karena menunggu verifikasi akun email.

“Sistemnya eror, kodenya ga terkirim dan kita tidak bisa verifikasi, karena penuh servernya,” jelas Fikran.

Kru Bahana Mahasiswa (BM) coba tanyakan permasalahan tersebut kepada Ketua Panitia Pengawas (Panwas), Muhammad Sahjean. Berulang kali kru mencoba kirimkan pesan lewat WhatApp ihwal permintaan wawancara.

Sayangnya, Sahjean enggan memberikan tanggapan dan informasi terkait Pemira. Ia beralasan, panitia sedang fokus menyelesaikan alur Pemira.

“Saat ini gak bisa ngasih info dulu, karena semua panitia lagi fokus selesaikan alur Pemira,” jawabnya kepada Kru BM melalui pesan WhatsApp (21/1).

Penulis: Sasgia Handayani

Editor: Febrina Wulandari

Diskusi Edukasi Tingkatkan Wawasan Kekerasan Seksual di Kampus

Previous article

Giat Kenalkan RSP UNRI Melalui Bakti Sosial

Next article

You may also like

Comments

Leave a Reply

More in Berita