Rehat

Tips Berolahraga di Masa Pandemi

0
foto: pixabay.com

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang harus dilakukan pada masa pandemi Covid-19 guna meningkatkan imun tubuh. Masyarakat tetap harus aktif meskipun bekerja dan belajar dari rumah. Nah, di sini kita tidak perlu berolahraga dengan kuantitas yang berat, karena tujuannya adalah menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Konsep olahraga kesehatan yaitu padat gerak, bebas stres yang singkat—cukup dilakukan 10 sampai 30 menit tanpa henti. Di masa pandemi ini, social distancing dan work from home cenderung membuat orang memiliki gaya hidup kurang gerak.

Tentu hal ini tidak baik untuk kesehatan. Untuk itu, mari kita lakukan olahraga ringan guna meningkatkan imun dan menjaga kesehatan serta kebugaran tubuh.

Banyak sekali olahraga kesehatan yang bisa dilakukan di rumah, seperti push up, sit up, jump star, skipping, zumba dan senam. Perkembangan teknologi juga menjadi sebuah jalan keluar agar tetap berolahraga, walaupun di masa pendemi.

Ditambah dengan banyaknya aplikasi workout yang bisa diunduh di Google Play Store, sehingga tidak perlu pendampingan langsung dari pelatih. Hal ini tentu juga membantu mengurangi penyebaran Covid-19. Selain aplikasi, gerakan senam dan workout juga bisa diunduh via YouTube dan media sosial lainnya.

Aktivitas fisik olahraga kesehatan ini dapat mencegah seseorang dari gangguan mental, karena adanya penerapan karantina dan isolasi. Gangguan mental yang dimaksud seperti depresi, kecemasan, kelelahan dan stres.

Selain itu, olahraga kesehatan juga dapat menghindarkan seseorang dari penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi, di mana semua ini merupakan penyakit yang kemungkinan besar dapat terjadi pada masa pandemi Covid-19. Dapat juga karena kurangnya aktivitas fisik seseorang yang cenderung menghabiskan waktu di rumah dengan menonton televisi, bermain ponsel, dan game .

Olahraga kesehatan dapat membuat imunitas membaik jika sudah memenuhi kriteria FITT. FITT merupakan singkatan dari Frekuensi, Intensitas, Time dan Tipe.

Frekuensi, di mana olahraga sebaiknya dilakukan sebanyak 3 sampai 5 kali seminggu. I adalah intensitas, di mana olahraga dilakukan dengan intensitas sedang atau 65 sampai 75 % dari denyut nadi maksimal (220) dikurangi umur.

Lalu Time atau durasi berolahraga, cukup dilakukan selama 20-30 menit, namun jika kemampuan kita memungkinkan untuk lebih maka bisa satu jam. Terakhir yaitu Tipe atau jenis olahraga yang dilakukan. Jenis yang dianjurkan yaitu bersifat aerobik, contohnya jalan/joging, sepeda statis, loncat-loncat di tempat.

Walaupun ada aktivitas di luar ruangan, tetap patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak dan jangan lupa hand sanitizer.

Jika melakukan olahraga kesehatan dengan konsep yang benar kemudian diikuti suasana hati yang gembira, maka dapat mengoptimalkan produksi Hormon Endorphin dan meningkatkan imunitas. Sudah saatnya kita jadikan olahraga sebagai kebutuhan tubuh. Saat ini kebutuhan tubuh tidak hanya 4 sehat 5 sempurna, tetapi olahraga.

*Penulis: Annisa Effendi – Mahasiswi Pendidikan Pelatihan Olahraga FKIP UNRI

Menilik Kesiapan UNRI Jadi kampus Merdeka

Previous article

Raja Ritel dari Sungai Piring

Next article

You may also like

Comments

Leave a Reply

More in Rehat