PercaRehat

Transformasi Media Massa Konvensional ke Digital

0
Foto: medium.com
Foto: medium.com

Hal yang paling menarik dari media digital adalah kemampuannya memberikan ruang-ruang kreatif pada masyarakat dengan cepat. Daya kreatif tersebut tentunya didorong dengan perspektif ekonomi. Pernyataan ini disebutkan oleh Muhammad Sulhan Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada.

Gemerincing-gemerincing dolar, keinginan menjadi youtuber dan lain sebagainya menunjukkan betapa isu digital selalu terkait dengan kreativitas dan dorongan ekonomi,” lanjutnya.

Sulhan yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi ini menilai situasi hari ini terkait dengan kecepatan migrasi orang di era digitalisasi. Sejak diberlakukannya Work from Home, penggunaan internet merajalela. Sektor-sektor industri berbasis digital tetap akan stabil, sebab menuju peningkatan yang luar biasa.

Data yang dipaparkan Atwar Bajuri Ketua Program Studi S3 Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran memperkuat pernyataan Sulhan. Ia menyebutkan, terjadi pergeseran yang cukup besar pada belanja untuk media digital.

Menurutnya, kini investor dan pengusaha lebih banyak membelanjakan uangnya pada media digital, sekitar 52%. Temuan lain menyebutkan bahwa investor lebih banyak berharap pada ruang-ruang sosial media. Sebab, 61% lebih murah jika dibandingkan dengan media konvensional.

Selaras dengan itu, Sulhan katakan bahwa jumlah individu yang menikmati sajian media entertainment selama pandemi juga bertambah. Inilah mengapa, industri ekonomi kreatif mengalami peningkatan.

“Literasi digital menarik publik dalam hal industri ekonomi kreatif harus menjadi kreatif pula,” sebutnya pada diskusi bertajuk Transformasi Media Massa dan Urgensi Literasi Digital yang digelar Magister Ilmu Komunikasi Universitas Riau, Jumat (4/12).

Ia juga ceritakan, transformasi media ke digital semakin terasa lantaran berkurangnya penggunaan media konvensional. Atwar sebutkan bahwa durasi pemakaian media sosial lebih panjang daripada media cetak. Data ini dihimpun oleh situs Online Marketing Trends 2020. Penggunaan media digital perhari berkisar tujuh jam, sedangkan hanya empat jam digunakan untuk melirik media cetak.

Begitu pula dengan hasil survei oleh Perusahaan Informasi dan Pengukuran Global Nielsen yang dikutip dari suara.com. Hasilnya menunjukkan penurunan pembaca pada media cetak. Jumlah pembaca media digital mencapai 6 juta orang, sedangkan media cetak hanya mendapat 4,5 juta pembaca.

Atwar memetik kutipan Manuel Castells yang berbunyi “Siapapun, saat ini tidak bisa melepaskan dirinya dari apa yang disebut dengan masyarakat jaringan.”

Masyarakat jaringan adalah masyarakat yang berbagai kebutuhan dan aktivitasnya dikendalikan jaringan dan media sosial.

“Menggunakan kendali networking yang berbasis pada internet sebagai koridor utama,” tutupnya.

Reporter: Syahnari Septiana

Editor: Andi Yulia Rahma

Tiga Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Difabel

Previous article

Beton Abu Terbang, Solusi Kurangi Polutan Lingkungan

Next article

You may also like

Comments

Leave a Reply

More in Perca