Kantongi 2159 Suara, Pasangan Azhari-Yahya Menangkan Pemira

Muhammad Azhari dan M. Yahya Ramadani, dua nama yang keluar sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa pada Pemilihan Raya Universitas Riau (Pemira Unri) 2025. Pengumuman hasil pemungutan suara berlangsung pada pukul empat sore di Aula Rusunawa pada Selasa, 2 Desember 2025.

Pasangan nomor urut 1 ini mendapat 2159 suara. Sebanyak 3955 suara masuk dari total 47531 Daftar Pemilih Tetap se-Unri. Namun hanya 8,32 persen mahasiswa yang menggunakan hak pilihnya. Fakultas Kedokteran menjadi pemilih terendah.

Dilansir dari pemira.unri.ac.id, pasangan calon Azhari-Yahya unggul di beberapa fakultas. Di antaranya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan total 477 suara. Lalu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak 236 suara. Kemudian Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) sebanyak 286 Suara. Disusul Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 540 suara. Fakultas Hukum (FH) sebanyak 110 suara. Fakultas Kedokteran (FK) 54 suara, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) total 190 suara.

Presiden Mahasiswa Terpilih, Muhammad Azhari mengatakan ada perasaan campur aduk mendengar mereka terpilih. Antara bahagia sekaligus memikul tanggung jawab besar. “Ini juga menjadi beban baru bagi kami karena banyak janji untuk teman-teman mahasiswa. Ini bukan beban ringan, tapi Insya Allah bersama mahasiswa Unri kita bisa aman bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Mahasiswa Terpilih M. Yahya Ramadani juga menyampaikan perasaan serupa.
“Ada senang dan bahagia, campur aduk pokoknya,” ujar Yahya.

Yahya mengatakan langkah awal yang akan mereka lakukan adalah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja dan mendukung mereka. “Setelah ini tentu kami akan mengucapkan terima kasih kepada tim dan rekan-rekan yang mendukung kami dari awal sampai akhir. Harapannya hubungan kami terus berlanjut,” tambahnya.

Tak hanya itu, mereka ingin memastikan persatuan mahasiswa tetap terjaga. Setelah Pemira selesai, ia tak mau ada perpecahan. “Sekarang kita harus berpikir bagaimana menyatukan dua belah pihak. Ke depan kita ingin bersama berkolaborasi dan bersinergi untuk Unri yang lebih sejahtera, itu yang ingin kami bawa,” ujar Azhari.

Dirinya ingin menjaga persatuan mahasiswa usai pemira. “Tugas pertama kita adalah mempersatukan. Kita tidak mau ada perpecahan setelah Pemira ini,” ucapnya.

Ia berkomitmen pada kepemimpinannya untuk merangkul seluruh elemen mahasiswa. Mereka yakin kekuatan mahasiswa tidak akan terkalahkan oleh apa pun.

Yahya juga menekankan pembenahan internal Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menjadi salah satu prioritas utama. “Untuk ke depannya kami ingin membangun internal BEM agar lebih solid. Kami berharap bisa berkolaborasi antar pengurus BEM maupun seluruh kelembagaan luar Unri,” tutupnya.

*Judul pada tulisan ini telah disunting pada pukul 17.54

Pewarta: Vanessa 
Penyunting: Fitriana Anggraini