Universitas Riau (Unri) melakukan Aksi Peduli Bencana pada Jumat, 5 Desember 2025. Kegiatan ini meliputi galangan dana berupa uang, sembako, dan kebutuhan pokok lainnya.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Hermandra menuturkan kegiatan ini didasari pada bencana alam yang terjadi di Sumatra. Seperti banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. “Kita sebagai sesama Sumatra, terlebih lagi Indonesia. Turut merasakan kejadian alam yang luar biasa. Jadi, wajar kita merasakan empati,” ucapnya pada Senin, 8 Desember 2025.
Hermandra mengatakan Tim Siaga Bencana Unri baru dibentuk pada Senin, 1 Desember 2025. Tim ini berfokus pada pemberian bantuan medis serta sembako untuk korban banjir dan tanah longsor.
Dosen pencetak guru itu menyampaikan kegiatan ini mendapat respons baik dari sivitas akademika. Bahkan Ikatan Alumni (IKA) Unri turut memberikan bantuan sembako.
Saat ini, donasi sudah terkumpul Rp 112,5 juta. Donasi tersebut disalurkan ke rekening Masjid Arfaunnas Unri dan akan dikirimkan ke tiga lokasi yang sudah ditentukan. Sebagian dibelikan obat-obatan.
Tak hanya itu, Unri juga mengirimkan tim medis Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) dan Tim Satgas Kesehatan Unri. Satgas Kesehatan dipimpin oleh Kepala Rumah Sakit Unri, Surya Hajar Fitria Dana.
Sebab akses ke Sumatra Utara dan Aceh cukup sulit, posko hanya tersedia di Sumatra Barat. Posko berada di dua lokasi yang sangat membutuhkan bantuan medis. Karenanya banyak dibawa dokter dan perawat.
Hermandra bilang Unit Kegiatan Mahasiswa Praja Muda Karana atau Pramuka serta Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unri turut membantu. Mereka memberikan bantuan medis dan berbaur dengan masyarakat. “Saya sangat berterima kasih atas bantuan dari tim kemahasiswaan,” tuturnya.
Bantuan ke Sumatra Utara dan Aceh dikirimkan pada narahubung yang telah ditentukan oleh nasional. IKA juga menitipkan donasi kepada Tim Satgas. Guna donasi tersampaikan ke masyarakat yang membutuhkan.
Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia itu berharap bantuan yang diberikan bermanfaat bagi masyarakat terutama bantuan medis. “Karena kalau sembako siapa pun dapat memberikan. Namun medis tak sembarang orang,” ujarnya.
Perihal pendataan mahasiswa Unri yang berasal dari daerah terdampak bencana, Hermandra bilang masih dalam proses melihat data. “Untuk meringankan atau menggratiskan Uang Kuliah Tunggal [UKT] semester depan [genap],” pesannya via WhatsApp, Kamis, 11 Desember 2025.
Harapannya bencana ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Lalu, lekas pulih psikologi dan ekonominya. Serta dapat beraktivitas seperti semula.
Pewarta: T. Natasya Shavia Azzahra
Penyunting: Amelia Rahmadani

