Seorang Mahasiswi Duduk Depan Sekre BEM Faperta yang Disegel. Foto Herman BM
BeritaKampus

Cerita Dibalik Digugurkannya Leonalarisa

0

Leonalarisa keluarkan statement atas penggugurannya sebagai calon gubernur pada Pemira Faperta 2013. “Sekarang begini, dasar mereka menyatakan cacat organisasi itu apa, semua itu harus berdasar,” kesal Leonalarisa. Selain itu, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD ART HMJ Agroteknologi juga tidak ada menjelaskan mengenai kriteria cacat organisasi suatu pengurus. Hal ini dibenarkan oleh Erwin, Ketua HMJ Agroteknologi periode 2013/2014. “Memang tidak ada aturan di HMJ Agroteknologi yang menjelaskan itu, tapi hasil Mubes telah menyatakan pengurus pada periode itu cacat organisasi,” jelas Erwin. Leonalarisa sebagai Sekretaris pada pengurus periode itu (red. Periode 2012 2013).

Semua ini berawal dari hasil Mubes HMJ Agroteknologi pada 27 hingga 29 Oktober 2013. Hari terakhir Mubes dilaksanakan di Aula Dekanat Faperta UR lantai dua. Di sini Ketua HMJ serta pengurus tak satu pun hadir. Hanya Hermanto, sebagai bidang dana dan usaha saat itu yang hadir. “Saya lagi di Mushalla, saya ditelepon untuk hadir di Mubes untuk menyampaikan LPJ,” terang Hermanto. Hermanto hanya sampaikan LPJ secara lisan karena tak ada berkas LPJ yang dipersiapkan. Sebab itu peserta Mubes marah dan menyatakan semua pengurus cacat secara organisasi.

Kata Hermanto, LPJ ada sama Roma, Ketua HMJ Agroteknologi saat itu. Tapi Roma sedang pulang kampung ada urusan keluarga.

Ada kejanggalan lain ketika Leonalarisa digugurkan. Saat mencalonkan diri sebagai calon gubernur harus menyerahkan surat tanda tidak cacat organisasi, surat ini harus ditanda tangani Ketua HMJ asal calon. Erwin sebagai Ketua HMJ Agroteknologi mengakui menandatangani surat tidak cacat organisasi bagi Leonalarisa. “Bahkan saya tidak merasa dipaksa ketika menandatangani surat tersebut,” jelas Erwin.

Tapi ketika terjadi keributan pada saat verifikasi yang mempersoalkan cacat organisasi, Erwin dipanggil oleh tim verifikasi. Sontak setelah dipanggil Erwin mengeluarkan surat pemberitahuan yang diajukan pada tim verifikasi. Surat itu menjelaskan bahwa Leonalarisa cacat organisasi. Padahal secara resmi Erwin mulanya merekomendasikan Leonalarisa sebagai calon gubernur.

Protes terus dilayangkan oleh pihak Leonalarisa, hingga Armaini Pembantu Dekan III Faperta UR harus pertemukan kedua belah pihak. Pertemuan pun terlaksana di Dekanat ruang kerja Armaini, Rabu (13/11) pukul satu siang. Hadir Ketua PPRF, BEM, BLM, HMJ Agroteknologi dan Aliansi Mahasiswa  peduli perubahan.

Pertemuan ini menghasilkan 3 poin. Pemira dilanjutkan atas kemenangan aklamasi, penentuan peraturan dalam Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan(PUOK), pemilihan ulang dan perbaikan aturan. Pembantu Dekan III hanya menyerahkan Pemira ini pada PPRF tanpa ada tanggapan mengenai permintaan ini.

Sekre BEM Faperta Disegel dan Dipasang Spanduk. Foto Herman BM

Sekre BEM Faperta Disegel dan Dipasang Spanduk. Foto Herman BM

Karena tak dapat titik temu, usai pertemuan itu Aliansi Mahasiswa Peduli Perubahan pun marah dan menyegel sekre juang BEM Faperta, menggemboknya dengan rantai dan mengikat cangkul pada pintu sekre. Mereka juga bentangkan spanduk sehingga menutup bagian atas pintu. Spanduk bertuliskan, turut berduka cita atas matinya demokrasi kampus Faperta, Aliansi Mahaasiswa Peduli Perubahan.

Nur Suhada, calon Wakil Gubernur yang dinyatakan lolos verifkasi sampaikan kekecewaanya. Keputusan tim verifikasi harus diterima secara ikhlas, karena kalau tidak ini merugikan kami sebagai calon yang telah diloloskan.#

Baca juga berita terkait: Leonalarisa Digugurkan, Arizal Menang Aklamasi

Akhir Desember Masuk Kampus UR Dengan KTM

Previous article

FISIP Gagas Seminar Peningkatan SDM

Next article

Comments

Leave a Reply