Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) resmi menambah lima Program Pendidikan Profesi Dokter Spesialis (PPDS) baru pada tahun ajaran ganjil 2026. Meliputi Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Dermatologi-Venereologi-Estetika, Urologi, dan Neurologi.

Dekan Fakultas Kedokteran Unri, TB Odih Ramdani Wahid bilang lima program spesialis baru tersebut ditambah sebab peminatnya sangat banyak. “Ini sejalan dengan program pemerintah untuk menambah jumlah dokter spesialis yang bermutu,” ujarnya pada Selasa, 27 Januari 2026.

Sebelumnya FK Unri memiliki lima program spesialis. Yakni Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Obstetri dan Ginekologi, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Ilmu Bedah, serta Kedokteran Keluarga Layanan Primer.

Selain program spesialis, fakultas yang berlokasi di Jalan Diponegoro ini juga terus mengembangkan jenjang pendidikan lainnya pada tahun ajaran ganjil 2026. Di antaranya mempersiapkan pendirian Program S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Program S3 Ilmu Kedokteran. “Insyaallah, dengan bertambahnya program ini, kualitas pendidikan kedokteran di Universitas Riau akan semakin meningkat,” tambahnya.

Terkait persiapan pendirian program, FK Unri telah menyusun kurikulum, menyiapkan sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana pendukung. Setelah Surat Keputusan (SK) resmi terbit, pihak fakultas akan mengumumkan pembukaan pendaftaran kepada masyarakat luas. “Untuk program spesialis yang baru, akan mulai berjalan pada semester ganjil tahun ajaran 2026,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FK Unri, Maya Savira sampaikan izin operasional lima program spesialis baru telah resmi diterbitkan. Penerimaan mahasiswa direncanakan dimulai Agustus 2026. “Untuk program S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan S3 Ilmu Kedokteran saat ini masih dalam proses pengajuan perizinan di kementerian,” ujarnya.

Mengenai lokasi pembelajaran TB Odih jelaskan kegiatan akademik profesi spesialis tetap berpusat di Kampus Diponegoro. Namun, kegiatan praktik klinik akan berlangsung di berbagai rumah sakit di Provinsi Riau, sehingga mahasiswa dapat langsung berinteraksi dengan masyarakat.

Ia berharap agar seluruh proses pengembangan program studi ini berjalan lancar serta mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak. “Kami mohon doa agar seluruh proses pendidikan dan pendirian program baru dapat berjalan dengan baik, serta semoga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh beasiswa agar tidak terbebani dalam menempuh pendidikan,” tutup Odih.

Pewarta: Vanessa
Penyunting: Wahyu Prayuda