Wajah Baru Fopersma, Bahana Mahasiswa Jadi Koordinator

Forum Pers Mahasiswa Riau (Fopersma) menggelar Musyawarah Tahunan atau mustah pada Minggu, 30 November 2025. Berlangsung di Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Gagasan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Koordinator Fopersma, Aulia Zuliantika memulai mustah dengan menuturkan program kerja selama setahun. Seperti diskusi dan pernyataan sikap terhadap Tempo yang dikriminalisasi pada November lalu.

Setelahnya penyampaian evaluasi dari setiap anggota. Mulai dari LPM Bahana Mahasiswa, Atika Sofia berkata komunikasi yang terjalin di Fopersma belum maksimal. Terutama saat ada isu maupun kegiatan lainnya. “Di grup biasanya yang menjawab orang-orang itu aja,” ujar Atika.

Kemudian Sakina Wirda Tuljannah turut menyampaikan agar pertemuan dapat dilakukan secara dalam jaringan. Selain itu, Sakina mengusulkan pertemuan seperti diskusi dan kegiatan bersama. Tujuannya untuk memperkuat keakraban anggota Fopersma. “Kita bisa main bareng atau olahraga bareng. Bisa juga mendekatkan diri dengan family gathering [kegiatan kekeluargaan],” tuturnya.

Dari LPM Jurnalistik Cendekia, Defri Astarido mengatakan jarak juga menjadi kendala dalam kegiatan Fopersma. Defri  mengusulkan pertemuan tidak hanya dilakukan di Pekanbaru saja. Dapat juga bertemu di titik tengah. “Kita bisa buat kegiatan di Siak atau sesekali kunjungi kami di Bengkalis,” ungkapnya.

Setelah evaluasi, dilakukan pemilihan Koordinator Fopersma. Biasanya Koordinator dipilih secara bergilir. Namun, untuk tahun ini LPM Aksara tidak mencalonkan diri. “Mohon maaf, untuk tahun ini kami belum bisa untuk menjadi Koordinator,” ucap Raja Alpian.

LPM Bahana Mahasiswa mengusung perwakilan untuk menjadi Koordinator. Wahyu Prayuda menjadi calon tunggal. Ia menjadi Koordinator Fopersma yang baru.

Wahyu memulai kata sambutan dengan harapan silaturahmi yang terjalin semakin erat. “Saya ingin Fopersma mempererat lagi silaturahmi dan juga kita lebih bisa mengkaji isu-isu di Riau,” harapnya.

Kemudian dilakukan analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT). Tujuannya untuk menentukan kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman yang dihadapi Fopersma ke depannya. Seperti kritis dan kontrol sosial, serta menjangkau relasi yang lebih luas.

Tahun ini Fopersma mengusung sistem baru. Selain Koordinator ada empat divisi lainnya yang akan mengemban tanggung jawab. Dipegang oleh masing-masing LPM. Di antaranya LPM Aksara menjadi Sekretaris sekaligus Bendahara. LPM Gagasan sebagai bagian Publikasi. LPM AKLaMASI selaku Advokasi. Dan LPM Jurnalistik Cendekia menjadi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).

Pewarta: Mutiara Ananda Rizqi
Penyunting: Amelia Ramadani