Minim Panitia, Pemira Unri Tetap Berjalan di Sembilan TPS

Pemungutan suara Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Riau digelar pada Selasa, 2 Desember 2025. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pemungutan berlangsung di sembilan titik dari pukul sembilan pagi hingga tiga sore.

Ketua Panitia Pemilihan Raya Universitas Riau (PPRU Unri), Arya Faturahman mengaku ada kendala dalam jumlah anggota panitia. Bahkan jumlah PPRU dalam Surat Keputusan hanya ada 28 orang dengan Panitia Pengawas sebanyak 11 orang.

Penambahan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak mungkin dilakukan. Kata Arya, sebenarnya panitia sudah berencana akan menyediakan 11 TPS, guna mengakomodir kebutuhan mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Program Studi Kedokteran Hewan di Gedung Health Student Center (HSC).

Arya mengatakan mahasiswa tetap bisa menggunakan hak suara di lokasi TPS mana saja. Sehingga kurangnya jumlah tempat pemilihan tidak akan menjadi kendala. “Misalnya dia berstudi [belajar] di HSC, dia bisa tetap memilih di TPS FKIP. Jadi fleksibel,” ujarnya.

Sembilan TPS yang tersebar:

  1. Pendopo Lama, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  2. Pendopo Kantin Belakang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  3. Lobby Gedung Kuliah, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  4. Taman Digital, Fakultas Perikanan
  5. Pentas Seni 1, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
  6. Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian
  7. Lobby C Gedung Fakultas Teknik
  8. Halaman Depan Gedung Biokimia, Fakultas Kedokteran
  9. Gedung PKM, Kampus Gobah Universitas Riau

Arya bilang sudah mempersiapkan Pemira bersama panitia yang bertugas. Pemilihan sebenarnya sudah dijadwalkan lebih awal, guna menghindari masa Ujian Akhir Semester. Kurangnya panitia memaksa mereka untuk mengadakan pemungutan suara di hari Selasa.

“Kalo kami press [paksa] lagi waktu itu, ga bakal kuat panitia,” kata Arya. Ia menambahkan meski terkendala dengan jadwal ujian dan beberapa dosen tidak memberikan izin, ia merencanakan panitia agar dapat berjaga secara bergantian.

Tiap TPS akan diisi oleh PPRU sebagai verifikator dan seorang Panitia pengawas yang menjaga absensi. Juga ada satpam yang turut berjaga memastikan keamanan selama pemungutan suara berlangsung. “Kami sudah mengirimkan surat, jadi nanti satu TPS satu satpam berjaga,” jelas mahasiswa Sistem Informasi itu.

Soal sistem pemilihan, akan ada pembaharuan dalam sistem pemilihan tahun ini. Mulai dari lokasi server yang telah berpindah guna antisipasi server down, hingga update real-time secara langsung jumlah pemilih. Kata Arya, datanya akan disebar secara berkala jika dibutuhkan. “Jadi di tampilannya akan ada berapa suara yang masuk. Tapi bukan per pasangan calon, melainkan secara keseluruhan,” jelasnya.

Arya berharap semua mahasiswa dapat menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi tahun ini. Mengingat minimnya antusiasme pemilih tahun lalu, hanya sekitar 10 sampai 20 persen yang memilih dari total seluruh mahasiswa. Ia berharap akan ada peningkatan tahun ini. Targetnya agar bisa naik 30 hingga 50 persen pemilih.

Untuk penghitungan total suara akan dilakukan pada pukul 16.10 hingga 17.00. Bertempat di Aula Rusunawa. Sampai akhirnya pengumuman secara formal pada Rabu keesokannya.

Pewarta: M. Rizky Fadilah
Penyunting: Fitriana Anggraini