Dalam dunia teknologi informasi, istilah bug sudah menjadi kosakata umum untuk menyebut cacat desain atau kesalahan pada perangkat lunak. Namun, dilansir dari jurnal Etymology of the Computer Bug: History and Folklore karya Fred R. Shapiro, sejarah mencatat bahwa penggunaan istilah ini bermula dari kejadian harfiah yang melibatkan seekor serangga.
Peristiwa unik ini terjadi pada 9 September 1947. Saat itu, Grace Hopper, seorang ilmuwan komputer sekaligus perwira Angkatan Laut Amerika Serikat, sedang bekerja dengan komputer Harvard Mark II di Universitas Harvard.

Dalam buku biografi akademik Grace Hopper and the Invention of the Information Age karya Kurt W. Beyer, dijelaskan bahwa komputer pada masa itu bukanlah perangkat ringkas seperti laptop saat ini. Harvard Mark II adalah mesin elektromekanis raksasa seukuran ruangan yang pengoperasiannya mengandalkan ribuan relai elektromagnetik dan saklar fisik yang kompleks.
Di tengah pengoperasian, mesin raksasa tersebut mendadak mengalami kegagalan fungsi. Setelah dilakukan pemeriksaan, Hopper dan timnya menemukan seekor ngengat yang terjebak di antara titik relai Nomor 70 di Panel F. Menurut Beyer, bangkai serangga kecil inilah yang menghambat arus listrik dan menyebabkan komputer mati total.

Hopper kemudian mengambil ngengat tersebut dan menempelkannya ke dalam buku log teknis harian mereka. Di bawahnya, ia menuliskan keterangan yang kini menjadi legendaris: “First actual case of bug being found” yang artinya kasus nyata pertama bug ditemukan.
Mark C. Marino dalam bukunya Critical Code Studies (MIT Press, 2020) menyebut penemuan ini sebagai momen penting dalam sejarah koding. Peristiwa di Harvard Mark II inilah yang kemudian mempopulerkan istilah bug dalam dunia komputasi modern. Proses mencari dan memperbaiki kesalahan kode program pun akhirnya dikenal dengan istilah debugging.
Hingga kini, buku log berisi bangkai ngengat bersejarah tersebut masih tersimpan rapi di Museum Nasional Sejarah Amerika (Smithsonian National Museum of American History).
Evolusi Bug di Era Modern
Bentuk bug di komputer modern saat ini tidak lagi berupa bangkai serangga. Sesuai perkembangannya, definisi bug telah bergeser dari masalah fisik (hardware) menjadi masalah logika (software).
Merujuk pada klasifikasi kesalahan perangkat lunak umum, bug modern bisa hadir dalam berbagai wujud. Contoh yang paling sering ditemui adalah Blue Screen of Death (BSOD) pada sistem operasi Windows. Kondisi ini terjadi ketika sistem mengalami kesalahan fatal dan tidak mampu memulihkan diri, sehingga memaksa komputer melakukan restart.
Selain itu, dalam dunia game sering ditemukan glitch visual. Ini adalah jenis bug di mana terjadi kesalahan proses rendering grafis, membuat karakter terlihat menembus tembok atau bentuk wajahnya menjadi aneh. Ada pula yang disebut Infinite Loop, kondisi saat aplikasi macet total (not responding) karena terjebak dalam perintah program yang berulang tanpa henti.
Meskipun istilahnya berawal dari seekor ngengat kecil di tahun 1947, kini bug telah berevolusi menjadi tantangan logika kompleks yang dihadapi setiap pemrogram di seluruh dunia.
Pewarta: Habibie
Penyunting: Fitriana Anggraini

