BeritaKampus

Kawal Etika Wartawan lewat Kode Etik dan Elemen Jurnalisme

0
Peserta DJTD AKLaMASI belajar kode etik dan elemen jurnalisme

“Ketika kita membuat berita, dalam kode etik jurnalistik itu tidak boleh beritikad buruk,” kata Puput Jumantirawan. Ia merupakan alumni Universitas Islam Riau (UIR) dan pernah bergabung di AKLaMASI tahun 2008. Kode etik dan elemen jurnalisme jadi materi pembuka.

Puput jelaskan, kode etik jurnalistik digunakan untuk menjaga etika wartawan. Ia juga sampaikan elemen jurnalisme. Awalnya hanya ada sembilan elemen jurnalisme saja.

Adalah kewajiban utama pada kebenaran dan loyalitas utama masyarakat terhadap narasumber. Selanjutnya esensi jurnalisme adalah verifikasi dan wartawan harus independen terhadap narasumber. Selain itu harus memantau kekuasaan, dan sebagai forum publik. Kemudian jurnalisme harus berupaya membuat hal yang penting itu menarik dan relevan, berita harus proporsional dan komprehensif, serta mendengarkan hati nurani. Namun pada tahun 2010, lahir elemen hak dan kewajiban berita di era baru media karena kemunculan internet.

Laras Olivia jadi pembicara materi selanjutnya. Ia merupakan reporter Riau Online. Laras paparkan materi Riset, Wawancara, dan Term of Reference (ToR). 

“Dalam aktivitas membuat berita itu ada sejumlah tahapan, diantaranya yaitu riset, ToR, barulah kita bisa melakukan wawancara,” jelasnya. 

Riset adalah upaya menemukan dan megumpulkan fakta. ToR mencakup kegiatan menentukan tema, merumuskan masalah, serta mencari jawaban kepada narasumber. Pun sebagai acuan tuntaskan berita dengan tepat waktu. Sedangkan tahap wawancara merupakan proses tanya jawab dengan seseorang untuk mencari keterangan. 

Di penghujung materi, peserta diklat turut diajak berdiskusi untuk membuat ToR dan praktik teknik wawancara yang baik dan benar.

Kelas dilanjutkan dengan materi media baru atau kerap disebut new media. Diampu oleh Muhammad Badri, alumni UIR yang juga pernah ambil peran di AKLaMASI. 

New Media merupakan istilah untuk berbagai praktik media menggunakan teknologi digital dan komputer,” pungkasnya pada kegiatan bertema Media, Teknologi, dan Jurnalisme ini.

Kata Badri, media baru menjadi tantangan baru bagi jurnalisme. Jurnalis harus beradaptasi dan memanfaatkan perubahan era ini dengan baik. 

Usai istirahat, peserta kembali berkumpul melanjutkan kelas. Redaktur HalloRiau.com-Ardian Pratama sampaikan materi mengenai teknik penulisan jurnalistik. 

“Berita itu adalah laporan. Laporan yang menyampaikan peristiwa berdasarkan fakta,” katanya.

Ia juga jelaskan ciri-ciri suatu berita. Mulai dari struktur berita yang benar, jenis berita, serta  tahapan menulis berita. Ardi bilang, berita itu sifatnya bisa diuji, dikaji, dan dibuktikan serta bisa direkam atau dicatat. Berita juga harus bersifat unik, penting, dan dapat menarik perhatian publik tanpa melanggar kode etik serta elemen jurnalisme.

Ia contohkan seperti membuat judul yang sensasional namun tidak relevan dengan isi berita atau membuat berita bohong demi menaikkan traffic pembaca.

Kegiatan hari pertama diakhiri oleh cerita Zainul Ikhwan mengenai sejarah AKLaMASI serta pengalaman suka duka yang ia lalui selama tergabung dalam LPM tersebut. 

Penulis: Marchel Angelina

Editor: Febrina Wulandari

Belajar Fotografi dan Garap Konten di DJTD AKLaMASI

Previous article

Hari Sampah Nasional: Edukasi dan Solusi Berantas Limbah di Pekanbaru

Next article

You may also like

Comments

Leave a Reply

More in Berita