Rantau

Membungkus Berita dengan Infografis

0
foto : tokopresentasi.com
foto : tokopresentasi.com

Muhammad Yana. Seorang Graphic desain di Katadata.co.id. Perusahaaan media, data dan riset online di bidang ekonomi dan bisnis. Didirikan tujuh tahun silam oleh Metta Dharmasaputra, penulis buku Saksi Kunci.

Yana jadi pemateri pada Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional di Makassar, Jum’at (25/10). Ia jelaskan materi mengolah berita jadi infografis yang menarik.

Ada tiga kata kunci materi ini. Konten, data dan kreatif. Konten merupakan informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik. Kreatif maknanya sesuatu  yang memiliki daya cipta. Sedangkan data berarti keterangan yang dapat disajikan dengan kreatif.

“Konten, data, dan kreatif adalah satu komponen yang kuat,” kata Yana.

Proses membuat konten kreatif dimulai dengan menentukan topik. Lalu mengumpulkan data, menulis naskah dan memvisualisasikan.

Memilih topik berita, biasanya dilihat dari  signifikan, aktualitas, kedekatan, tokoh, konflik dan humanitas berita. Penulisan data untuk desain infografis mesti sesederhana mungkin.

“Dituangkan dalam visualisasi yang menarik, mudah dipahami dan informatik,” ujarnya.

Saat ini, banyak media menggunakan infografis untuk mengemas berita.  Sebab 50 persen otak manusia berproses secara visual. Lebih cepat menangkap informasi lewat gambar. Infografis juga membuat berita yang kompleks jadi mudah dicerna.

Yana jelaskan, membuat infografis  perlu fokus pada tiga hal. Visual, data dan pola. Pada visual mesti paham soal tipografi, pemakaian foto dan ilustrasi yang tepat guna. Selain itu, komposisi juga harus sesuai supaya nyaman dinikmati. Tak kalah penting soal perpaduan warna.

Bentuk dan warna berperan sebagai metafora data. Warna dan bentuk nantinya jadi petunjuk intensi penekanan data. “Jadi harap bijak menerapkannya,”  pesan Yana.

Kedua, soal data harus valid. Ditekankan apa saja yang jadi intisarinya. Untuk gambaran pola, intinya ada ide utama yang logis. Lalu dituturkan dengan sederhana dan ada hirarki informasinya. Makin kompleks informasi makin tegas pengelompokannya.

Singkatnya, proses membuat infografis dimulai dengan mengumpulkan data, klasifikasi, melakukan kajian masalah, interpretasi, penyusunan kerangkanya.  Kemudian koneksi dan kondensasi, pada proses ini ada eliminasi data. Terakhir eksplorasi desain dan tinjau ulang oleh penulis berita. Itulah kenapa infografik bukan semata karya desainer.

“Tapi merupakan kolaborasi antara penulis dan desainer,” pungkasnya.

Kunci utama membuat infografis yang bagus ialah dapat memahami masalahnya dahulu. Dengan begitu desainer dapat pahami struktur, kaitan dan hubungan satu dengan lainnya.

“Dengan begitu lebih cepat proses pembuatannya,” kata Yana.

Penulis : Raudatul Adawiyah Nasution

Editor : Dicky Pangindra

Mengenal Bahana di Kenal Bahana 2019

Previous article

Peringati Hari Sumpah Pemuda, BEM UNRI Gelar Upacara

Next article

You may also like

Comments

Leave a Reply

More in Rantau