BeritaKampus

Musrenbang Kemahasiswaan Pertama Di Era Syafrial

0

Wakil Rektor III Universitas Riau, Syafrial, buka Musyawarah Rencana Pembangunan dan Pengembangan kelembagaan mahasiswa tingkat Universitas. Beberapa Wakil Dekan turut hadir dalam musyawarah tahunan yang dilaksanakan di lantau empat Rektorat Universitas Riau ini. Semua kelembagaan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan 10 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) juga Hadir.

Musrenbang berlangsung selama dua hari, 29 hingga 30 Januari. “Musrenbang kita ini dikejar waktu, karena besok sudah harus masuk anggaran kemahasiswaan ke Wakil Rektor IV,” kata Syafrial.

Dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama kelembagaan mahasiswa merancang anggaran untuk tahun 2016. Anggaran ini akan dibawa pada Musrenbang Universitas bulan Februari yang direncanakan akan berlangsung di Dumai. Sesi kedua, kelembagaan pindah di Aula Balai Pelatihan dan Penyuluhan Tanaman, Dinas Pertanian Provinsi Riau, Marpoyan. Sekaligus menginap di sana.

Sesi ini membahas standar harga belanja. Ini bermaksud membuat ketetapan harga barang atau biaya suatu barang yang akan dibelanjakan. Misal, belanja spanduk ditetapkan harga Rp. 25.000 per meter. Agenda lain pada sesi ini membahas Standar Operasional Prosedur dalam pengajuan dan laporan pertanggung jawaban proposal. Kemahasiswaan Univeristas Riau mulai membuat prosedur administrasi bagi kelembagaan yang hendak mengajukan proposal.

“Kami sudah punya aturan tersendiri dalam hal administrasi dan itu sudah dari pusat,” jelas Yamin dari UKM  Pramuka. Selain itu, proposal yang akan diajukan harus ada mencantumkan tanda tangan Ketua DPM. Pembahasan ini sampai tengah malam.

Paginya, kelembagaan menetapkan anggaran kegiatan untuk tahun 2015 sesuai jumlah yang dianggarkan masing-masing. Bahana Mahasiswa, Pramuka, DPM, Ar Royyan dan Menwa dapat jatah 70 Juta. Koperasi Mahasiswa, Mapalindup, PMI dan Universitas Riau Cendekia kebagian 50 Juta. Universitas Riau Cendekia adalah UKM yang baru di SK kan oleh Wakil Rektor III. Sementara Olahraga dan Batra dapat jatah 110 Juta. Hanya BEM yang dapat anggaran tertinggi sebesar 450 Juta.

Anggaran ini masih dirasakan kurang oleh kelembagaan. Namun kelembagaan harus memperkecil biaya kegiatan, dan ada juga membatalkan kegiatan yang sebelumnya sudah diagendakan. “Pening kepala dah ngecilin anggaran ni,” keluh Faisal dari UKM Olahraga. “Tak cukup doh,” kata Joni, Ketua Kopma.

Syafrial, pada saat sosialisasi sampaikan, seginilah anggaran kemahasiswaan yang dianggarkan, dan jangan ada yang merasa iri dengan bedanya jumlah anggaran masing-masing.#Agus.

Aksi Save KPK

Previous article

Pendidikan di Jayawijaya Masih Tertinggal

Next article

Comments

Leave a Reply