KampusPerca

OASE III FKIP UR Diikuti 932 Peserta

0

Olimpiade Sejarah ke-3 yang ditaja oleh Himpunan Mahasiswa Sejarah (Himasejarah) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau (FKIP UR) resmi dibuka, Senin (24/2). Acara dibuka oleh Dr.H.M. Nur Mustafa M.Pd Dekan FKIP di gedung Serbaguna. Acara tersebut juga dihadiri tokoh Riau Dr.H. Soemardi Taher M.Si, mantan ketua PGRI Prof.Dr.H. Isjoni M.Si, akademisi Dra. Maleha Aziz, dan dosen-dosen FKIP.

Olimpiade ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan Himasejarah. Untuk tahun ini tema kegiatan ini adalah Jas Merah… Dengan Sejarah Kita Sukseskan Pendidikan Berkarakter Indonesia.

“Matematika, ilmu exacta, ilmu sosial dan lainnya pasti memiliki sejarah. Karena itu penting untuk memamahi posisi dan peranan sejarah agar dapat membantu mewujudkan pembentukan karakter nasional,” ungkap Ketua Pelaksana  Anju Nofarof.

Anju Nofarof mengakui bahwa peserta pada tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya, mencapai 932 orang. Ia juga mengatakan bahwa Olimpiade yang ditaja Himasejarah FKIP UR ini adalah satu-satunya yang dilaksanakan di Riau. “Di universitas-universitas lain belum pernah mengadakan olimpiade sejarah, untuk itu kita patut merasa bangga,” ujarnya.

Dra. Maleha Aziz mengatakan bahwa beliau sangat terkesan dengan semangat dari panitia penyelenggara yang mampu mengkoordinasi begitu banyak peserta.“Kegiatan ini dapat mengangkat marwah prodi sejarah, yang dulu dianggap remeh kini dapat melewati jangkauan prodi lain,” tambahnya.

Dr.H. Soemardi Taher M.Si juga mengatakan bahwa sejarah itu sangat penting dan bukan hal yang kuno. “Sejarah itu bicara mengenai masa lalu dan masa sekarang. Seseorang yang tidak mengetahui sejarahnya, bagaimana bisa menata masa depan?” kata beliau.

Intan dan Kandita, peserta perwakilan SMA Negeri 4 Pekanbaru mengungkapkan bahwa mereka sangat bersemangat mengikuti Olimpiade ini. Mereka mengaku memiliki inisiatif sendiri untuk mengikuti Olimpiade, bukan karena ditunjuk oleh guru. “Kami udah persiapan sejak bulan lalu. Walaupun pesertanya banyak, kami nggak khawatir,” ungkap mereka.

Imantri Perdana, anggota Tim Pembuat Soal, mengatakan bahwa soal-soal untuk lomba ditulis oleh mahasiswa dengan bimbingan dari dosen sejarah. Tim Pembuat Soal memakai lima buah buku pelajaran sekolah dari berbagai penerbit sebagai referensi. “Kami tidak memberikan judul atau penulis yang spesifik, karena bagaimanapun juga ini adalah kompetisi. Peserta harus berusaha sendiri,” katanya.

“Kami berharap semoga OASE tahun depan lebih sukses, pesertanya lebih banyak dan tidak ada lagi keluhan dari peserta.” ungkap Muhammad Ali, Penanggung Jawab Lomba Foto Objek Sejarah. Anju Nofarof juga mengungkapkan harapannya agar tahun depan pihak Prodi dapat menepati janji, yaitu dengan memperluas cakupan peserta Olimpiade tidak hanya dari Riau tapi hingga ke Kepulauan Riau dan se-Sumatera.

Peserta olimpiade terdiri dari pelajar SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan Mahasiswa se-Riau. Terdapat lima kategori untuk olimpiade ini, yaitu tes tertulis dan debat pada tanggal 25-26, cerdas cermat tanggal 26-27, essai dan foto objek sejarah. Untuk essai dan foto objek sejarah, peserta sudah mengirimkan karyanya paling lambat tanggal 22 dan pemenang akan diumumkan pada hari penutupan (27/2). Semua penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari dosen-dosen FKIP. Hadiah yang diperebutkan adalah uang tunai, piala dan sertifikat.#Rinai

Madju Siagian Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Faperika

Previous article

Peduli Kabut Asap, THP Bagi-bagi Masker

Next article

Comments

Leave a Reply