KampusPerca

Seminar Mapala Suluh: Jadikan Sampah Sumber Daya Bernilai Ekonomis

0

Mapala Suluh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Riau (FKIP UR) mengadakan seminar Daur Ulang Sampah, Sabtu (12/4) di Gedung  Perkuliahan Lantai III Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Acara ini dihadiri oleh Kepala Bidang  Pengendalian Kerusakan dan Pemulihan Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru Rider Ginting SH, owner Bank Sampah Dalang Collection Soffia Sefen SH, pengusaha pupuk organik Rudi Hidayat S.Si, Pembina Mapala Suluh sekaligus pembukaan acara secara resmi Dr. Suwondo M.Si.

Dalam materi yang disampaikannya, Rider Ginting mengatakan bahwa masyarakat selalu merasa sampah menjadi sesuatu yang menjijikkan dan mengganggu, namun tidak  mau menjaga kebersihan lingkungan. Sampah masih dibuang sembarangan dan dicampur antara yang organik dengan an-organik.  “Padahal jika dipilah, sampah itu bisa menjadi sumber daya bernilai ekonomis, alias mendatangkan uang,” ungkap beliau.

mapalasuluh6Sampah dapat dijadikan sumber daya bernilai ekonomis ini sudah dibuktikan oleh Soffia Sefen SH. Bank Sampah Dalang Collection yang didirikannya telah berhasil membantu empat puluh ibu rumah tangga kurang mampu meningkatkan taraf kehidupan. “Karena sampah, ibu-ibu yang kurang mampu itu sekarang sudah bisa membiayai sekolah anak. Bayangkan betapa ruginya masyarakat yang suka buang sampah sembarangan selama ini.”

Soffia Sefen menjelaskan bahwa di Bank Sampah Dalang Collection, semua orang bisa menabung sampah. Sampah-sampah yang diberikan kepada Bank Sampah akan dicatat ke dalam buku tabungan, untuk ditukar dengan uang. Misalnya jika menabung sepuluh kilogram koran bekas, maka diganti dengan sepuluh ribu rupiah. Sampah yang diterima oleh Dalang Collection nantinya akan ‘disulap’ menjadi tas, dompet, vas bunga, pollybag, payung, tirai dan sebagainya untuk dijual kembali. Untuk sampah organik bisa dimanfaatkan untuk membuat lubang biopori, selain membantu penyerapan air hujan lebih optimal juga bisa dijadikan pupuk kompos.

Peserta seminar ini terdiri dari Mapala se-UR, pelajar sekolah Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, guru-guru sekolah, mahasiswa dan umum.

“Seminar ini bertujuan untuk mensosialisasikan bahaya sampah dan menyadarkan masyarakat bahwa masalah kebersihan itu bukan tugas pemerintah saja, tapi tugas kita bersama,” kata Aryani Qodriana selaku Ketua Pjs Mapala Suluh.

Peserta dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 4, Devi dan Blessada mengungkapkan kekaguman mereka setelah menghadiri seminar. “Seminarnya keren. Padahal selama ini kami pikir sampah itu tidak ada gunanya. Pikiran kami jadi terbuka lebar, dan pastinya sekarang lebih menyadari pentingnya menjaga lingkungan.”#Rinai

Seminar Nasional, LKTI, Acoustic Competition Meriahkan Anniversary Himateki UR

Previous article

Tanggapan Mahasiswa Soal Smart Card

Next article

Comments

Leave a Reply