Rehat

Tiga Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Difabel

0

Vivi Yulaswati Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional Republik Indonesia katakan, kasus Covid-19 di Indonesia masih mengalami peningkatan. Sehingga, berimbas pada hampir seluruh aspek. Salah satunya dirasakan Penyandang Disabilitas atau PD.

Pada diskusi publik hasil kolaborasi antara  Knowledge Sector Initiative X Change dengan Asumsi, Tempo Institute, dan Tempo.co dipaparkan akibat yang diterima oleh PD. Sejak pandemi, jumlah pendapatan mereka yang bekerja tercatat berkurang hingga 30%-80%. Data ini diperoleh dari Laporan Kaji Cepat Dampak Covid-19 bagi Penyandang Disabilitas oleh DPO Network 2020.

Vivi menyebutkan, perlunya memikirkan tiga peran utama dari Organisasi Penyandang Disabilitas. Pertama, menginvestasikan 1/3 upaya inisiatif yang ditujukan bagi PD dan keluarganya. Lalu 1/3 untuk memengaruhi dan mengembangkan kapasitas stakeholder. Sisanya untuk menguatkan sesama OPD.

Ia juga jabarkan tiga upaya yang harus dilakukan jika ingin memikirkan kualitas hidup OPD. Pertama menyangkut pemenuhan hak. Upaya ini dapat diwujudkan dengan memberdayakan dan memahami hak mereka. Juga, memberikan kesempatan dan instrumen dalam menunjukkan kebutuhan tersebut.

Lalu yang kedua ada penguatan tanggung jawab pemerintah serta stakeholder. Bentuknya memahami dan menerima tanggung jawab dalam pemenuhan hak PD. Selain itu, meningkatkan kapasitas tanggung jawab pelaksanaannya.

“Program dilakukan dengan konsisten dan berkelanjutan.”

Terakhir, ada penguatan OPD dengan membangun kapasitas pengelolaan dan keuangan secara berkelanjutan. Perlunya visi yang jelas, serta upaya membangun kemampuan komunikasi dalam mengadvokasikan dan memengaruhi pemerintah.

Tantangan yang akan dihadapi PD berbagai macam bentuknya. Seperti terbatasnya kepercayaan diri sebab diskriminasi. Lalu, ada pula keterbatasan kapasitas dan koordinasi dalam pergerakan lokal hingga nasional. Hingga kurangnya rekognisi atau pengakuan, serta adanya stigma.

“Ini justru menjadi penyulut kita untuk merapatkan barisan mewujudkan tiga peran utama,” tutup Vivi.

Diskusi ini bertepatan dengan Hari Penyandang Disabilitas Internasional (3/12). Tujuannya meningkatkan taraf hidup Disabled People Organization melalui peran aktif yang bisa dilakukan setiap unsur di Indonesia.

Reporter: Ardiansyah Js

Editor: Andi Yulia Rahma

Petahana Kembali Tersisih di Pemilihan Dekan FT

Previous article

Transformasi Media Massa Konvensional ke Digital

Next article

You may also like

Comments

Leave a Reply

More in Rehat