Pasangan Azhari–Yahya: BEM Harus Hadir dan Terasa bagi Mahasiswa

Muhammad Azhari dan M. Yahya Ramadani maju sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa untuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau (BEM Unri). Pasangan nomor urut wahid ini bawa akronim Arah, gabungan dari nama Azhari–Yahya. Mereka bertekad menghadirkan aksi nyata serta arah gerakan baru di Unri.

Bawa slogan Arah Aksi Nyata, keduanya ingin BEM Unri kembali dekat dengan mahasiswa. “Banyak kawan-kawan kita yang susah. Ada yang jalan kaki ke kampus tiap hari, ada yang kesulitan bayar UKT. Itu yang mau abang bantu,” ujar Azhari pada Jumat, 22 November 2025.

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan itu mengatakan BEM perlu kembali berpihak pada kebutuhan dasar mahasiswa. Azhari memandang banyak kegiatan organisasi hanya bersifat seremonial. Dia ingin menggantinya lewat program yang menyentuh mahasiswa langsung, seperti pengadaan sepeda untuk mahasiswa yang rumahnya jauh dari kampus.

Sejalan dengan Azhari, bakal Wakil Presiden Mahasiswa Yahya Ramadani menilai BEM butuh arah gerakan yang jelas. Juga pentingnya kolaborasi antara fakultas, himpunan mahasiswa (Hima), hingga BEM kampus. “Gerakan mahasiswa itu adanya di bawah. BEM pusat harus jadi porosnya,” tambah Azhari.

Mereka sudah saling mengenal melalui aktivitas organisasi di Unri. Azhari dan Yahya merasa cocok karena punya visi yang sama dalam mengutamakan gerakan dan pelayanan. “Yang penting satu pemikiran,” ujar Azhari saat perihal alasan gandeng Yahya sebagai wakil.

Sebelum maju, Azhari telah berpengalaman sebagai Bupati Hima Ilmu Pemerintahan tahun 2024. Pun bagian dari kementerian sosial–politik BEM Unri.

Sementara Yahya sempat menduduki kursi sebagai Wakil Bupati Hima Pendidikan Matematika, juga Wakil Ketua Pelaksana Olimpiade Matematika 2025. Di BEM Unri, mahasiswa angkatan 2022 itu sempat jadi Dirjen Kementerian Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa.

Pasangan calon nomor urut 01 menilai urgensi perbaikan sistem kelembagaan mahasiswa di Unri. Mereka mendorong penguatan hubungan BEM fakultas, Hima, serta konsolidasi isu minimal tiga hingga enam bulan sekali. Menurut mereka, BEM Unri perlu menjadi pusat penyatuan aspirasi.

Dalam masa kampanye, Arah memilih turun langsung ke fakultas-fakultas untuk diskusi dengan mahasiswa. Di FKIP, mereka menyoroti persoalan sarana-prasarana, permasalahan UKT, hingga minimnya fasilitas belajar.

Selain mengutamakan gerakan, pasangan ini membawa sejumlah rencana program. Selain ingin menyediakan sepeda bagi mahasiswa yang membutuhkan, juga bakal memberi bantuan UKT dan buku. Kemudian memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mahasiswa.

Mereka turut mendesak pentingnya advokasi terhadap isu-isu kemahasiswaan, termasuk kasus Khariq Anhar. Lalu mendorong revitalisasi hubungan antar organisasi agar koordinasi serta solidaritas di lingkungan kampus semakin kuat.

Azhari berharap Pemira berjalan lancar dan panitia tetap netral. “Jangan sampai terjadi kericuhan seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Pasangan Arah bawa visi Arah Aksi Nyata untuk Unri. Bersama misi menghadirkan BEM Unri sebagai poros gerakan mahasiswa, wadah penyatuan aspirasi, dan lembaga yang aktif melayani kebutuhan mahasiswa.

Pewarta: Jericho Carolla Sembiring
Penyunting: Najha Nabilla