Dari Warga untuk Andrie, Panggung Solidaritas Koalisi Masyarakat di Indonesia

Dari Warga Untuk Andrie, Panggung Solidaritas Koalisi Masyarakat di Indonesia/Dok. Pribadi

Koalisi Masyarakat di Indonesia mengadakan Konser Solidaritas Dari Warga untuk Andrie. Penajaan ini buntut penyiraman air keras yang dialami oleh aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Acara berlangsung pada pukul tiga sore di M Bloc Live House, Jakarta pada Senin, 27 April 2026.

Konser solidaritas memuat beberapa rangkaian kegiatan. Mulai dari pemutaran film Pesta Babi hingga penampilan musisi papan atas Indonesia. Barisan musisi diisi oleh Dongker, Efek Rumah Kaca, Banda Neira, Down for Life, dan Yacko. 

Tak lupa Usman and the Black Stones yang juga berkolaborasi dengan Gugun Blues Shelter, Fajar Merah, dan Konsultasi Massal. Beberapa seniman turut hadir guna membuat mural atau lukisan dinding.

Vokalis Down for Life, Stephanus Adjie datang sebagai penampil sekaligus penggarap acara. Ia bilang acara ini hadir sebagai wujud kegelisahan atas represifitas aparat negara terhadap aktivis masyarakat, Andrie Yunus. 

“Dipicu dengan apa yang dialami oleh aktivis KontraS, Andrie Yunus. Itu menunjukkan bahwa negara tidak memberikan yang seharusnya. Dengan melindungi rakyat dalam kebebasan berekspresi,” ujarnya.

Adjie juga mengatakan banyak komunitas dan organisasi yang terlibat dalam koalisi kali ini. Di antaranya ada KontraS, Trend Asia, Amnesty Internasional Indonesia, dan lain sebagainya.

Kegiatan ini diadakan sebagai ruang kolektif untuk bersolidaritas. Mengajak para musisi, seniman, dan penonton untuk mendukung Andrie Yunus. Tak luput agar menuntut negara untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen.

Vokalis Dongker, Arno Zarror mengatakan acara ini menyatukan suara musisi, budayawan, dan seniman yang bergerak untuk keadilan. “Apa yang dituntut oleh musisi dapat jadi api besar, buat kawan-kawan di sini yang datang untuk petisi,” ucapnya.

Lepas Dongker, vokalis Efek Rumah Kaca juga beri penjelasan. Cholil Mahmud memaparkan ketegangan yang terjadi saat acara berjalan. Sempat ada upaya sabotase dengan pemadaman listrik. Hal ini terjadi ketika para musisi melakukan pernyataan bersama sebelum penampilan dimulai. 

Usai ketegangan mereda, Cholil dan beberapa musisi lainnya secara spontan mengadakan pertunjukan di samping Gedung M Bloc Live House. Pengalihan ini disebabkan oleh banyaknya penonton di luar ruangan. Kapasitas ruangan di Jalan Panglima Polim itu tak memadai, hanya untuk 500 hingga 600 orang. Sedangkan yang hadir lebih dari 1000 penonton. 

“Setelah lampu nyala dan ketegangan yang di dalam sudah ditangani, akhirnya kita dadakan bikin performance [penampilan] di luar. Kayanya juga yang di luar juga cukup terpuaskan,” ucapnya.

Penonton asal Riau, Raffa Pratama mengatakan konser ini menjadi refleksi. Bayangan bahwa kebebasan masih direpresi oleh pemerintah. Dia berharap semoga orang muda semakin sadar dengan polemik yang mengancam ruang demokrasi. “Anak muda jangan apatis, ada banyak cara buat aware [sadar]. Salah satunya dengan konser solidaritas ini,” jelasnya.

Penutupan konser ditandai dengan pemindaian barcode atau kode yang berisi surat solidaritas untuk Andrie Yunus. Juga petisi untuk mengadili pelaku percobaan pembunuhan terhadap aktivis hak asasi manusia itu.

Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus mendapat serangan berupa penyiraman air keras. Disadur dari tempo.co, saat itu ia berada di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, Kamis malam, 12 Maret 2026. Andrie disiram larutan berbahaya oleh dua orang tak dikenal. Kedua orang asing itu mengendarai sepeda motor, datang dari arah berlawanan dengannya. Belakangan, terduga pelaku diketahui merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia atau TNI.

Pewarta: Mutiara Ananda Rizqi
Penyunting: Fitriana Anggraini