Tahapan Pemilihan Rektor Universitas Riau (Pilrek Unri) periode 2026-2030 telah dimulai. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Dr. Jimmi Copriady, M.Si. menjadi pendaftar pertama yang menyerahkan dokumen ke panitia pada Kamis, 7 Mei 2026.
Jimmi menyebut keputusannya maju didasari amanah serta dukungan rekan sejawat, senior, dekan, hingga kolega di lingkungan kampus. Kontestasi ini ia pandang sebagai tanggung jawab moral berpartisipasi membawa Unri bergerak lebih cepat.
“Banyak kawan mengharapkan saya maju. Unri ini maju, cuma orang lain bergerak lebih cepat. Target kita membuat Unri maju lebih cepat,” ujar Jimmi saat ditemui di ruangannya pada Senin, 18 Mei 2026.
Kedekatan historis dengan Unri turut memperkuat dorongan tersebut. Meski bukan alumni kampus Biru Langit, Jimmi mengaku tumbuh besar dengan Unri lantaran sang ayah dahulu mengabdi sebagai Kepala Biro Administrasi dan Umum di Rektorat. Dua adiknya kini juga berprofesi sebagai dosen Unri.
“Unri ini rumah saya. Saya disekolahkan orang tua dari gaji Unri. Hidup dan besar dari keluarga besar Unri, jadi ikatan emosionalnya sangat kental,” tambahnya.
Latar belakang akademis Jimmi ditempuh melalui lintasan perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Ia menyelesaikan studi S1 Kimia serta S2 Kimia Organik di Universitas Padjajaran, Bandung. Sementara gelar S3 Doctor of Philosophy (Science Education) diraihnya dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Bicara soal Visi Unri 2035, Jimmi berambisi menjadikan kampus ini sebagai universitas riset terkemuka di Asia Tenggara. Ia ingin melakukan sedikit penyesuaian arah pengembangan kampus. Bila sebelumnya hanya berfokus pada ilmu pengetahuan dan teknologi, ia akan memasukkan sektor seni dan olahraga. Menurutnya, dua bidang tersebut punya potensi besar menjadikan kampus mitra strategis pemerintah.
Di luar urusan akademik, Jimmi menyoroti krusialnya kemandirian finansial kampus. Ia menilai pendapatan Unri di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT) belum optimal. Sebagai solusi, ia menggagas konsep kolaborasi Pentahelix. Gagasan ini menuntut sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha dunia industri (DUDI), masyarakat, serta media.
Menurutnya, kampus tidak bisa lagi berdiri sendiri mengandalkan pendanaan internal. Inovasi maupun riset dosen bereputasi internasional dinilai kurang bermakna apabila dunia industri atau masyarakat tidak merasakannya langsung.
“Riset kita sudah tinggi, Scopus, tapi masyarakat atau dunia usaha tidak terbantu, buat apa? Lewat kolaborasi ini hasil luaran riset dirasakan pihak eksternal, sekaligus otomatis mendatangkan income generating,” jelas guru besar pendidikan kimia tersebut.
Modal kepemimpinan Jimmi bertumpu pada pengalaman mengelola birokrasi kampus sejak mengabdi pada 1996. Sebelum menjabat Dekan FKIP periode 2023-2027, ia telah menduduki berbagai jabatan. Mulai dari Kepala Laboratorium Pendidikan Kimia, Ketua Panitia Sertifikasi Guru (PSG) wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan, serta Wakil Dekan I Bidang Akademik.
FKIP saat ini mengelola 27 program studi dijadikan sebagai tolok ukur. Fakultas tersebut tercatat memiliki jumlah guru besar terbanyak se-Unri dengan total 34 profesor serta mengantongi 13 program studi terakreditasi Unggul. Pada 2024, FKIP di bawah kepemimpinannya juga meraih capaian tertinggi Indikator Kinerja Utama (IKU) 1, 2, dan 5 tingkat universitas.
Jimmi juga menjanjikan pemerataan infrastruktur guna menghapus stigma ketimpangan fasilitas antar fakultas. Standarisasi ruang kuliah serta ruang pelayanan seluruh lingkungan kampus akan disamakan berdasarkan rasio kebutuhan riil mahasiswa dan dosen.
“Kita buat standar ruang kuliah di Unri seperti apa, pelayanan seperti apa. Jadi tidak ada lagi anggapan di fakultas ini enak, di fakultas itu tidak enak. Semuanya akan kita samakan,” tegas pria telah mengabdi 30 tahun di Unri itu.
Proses kontestasi Pilrek Unri masih berjalan panjang. Merujuk jadwal penting pemilihan rektor, pengumuman hasil penjaringan dijadwalkan pada 17 Juni mendatang, diikuti penyampaian visi misi dan program kerja pada 8 Juli 2026.
Pewarta: Habibie
Penyunting: Fitriana Anggraini

