Perubahan Iklim dan Kaitannya dengan Perdagangan Karbon

Perubahan iklim merupakan perubahan jangka panjang pada suhu dan pola cuaca di bumi. Sebab revolusi industri, pemanasan global meningkat sebanding dengan bertambahnya jumlah penduduk. Masyarakat di seluruh dunia terdampak. Sumber daya alam di bumi kian terkeruk dengan dalih kebutuhan dan perkembangan zaman.

Dilansir dari tempo.co, perubahan iklim merupakan masalah global yang serius. Fenomena ini memiliki dampak yang luas bagi keberlangsungan hidup manusia dan lingkungan. Banyak hutan dibabat untuk pertambangan, pembangunan infrastruktur, hingga perkembangan teknologi yang minim kajian lingkungan. Perlu tindakan konkret dari seluruh masyarakat untuk mengendalikan perubahan iklim.

Dampak Buruk Perubahan Iklim

Perubahan iklim menurunkan keuntungan dan biaya guna memperbaiki infrastruktur yang rusak. Dilansir dari artikel jurnal Perdagangan Karbon di Indonesia: Kajian Kelembagaan dan Keuangan Negara, kerugian yang ditimbulkan oleh perubahan iklim mencapai lima persen dari Produk Domestik Bruto global per tahun. Dampak buruk perubahan iklim hanya dapat diminimalkan.

Suhu bumi yang meningkat menyebabkan gelombang panas. Cuaca jadi lebih ekstrem. Mencairnya es di kutub menyebabkan naiknya permukaan air laut dan mengancam wilayah pesisir. Hal ini memicu berbagai bencana alam yang pada akhirnya merusak ekosistem. Mulai dari menyusutnya keanekaragaman hayati, peningkatan risiko penyakit, dan kerugian sosial ekonomi bagi masyarakat.

Kaitan dengan Perdagangan Karbon

Perubahan iklim terjadi sebab meningkatnya emisi gas rumah kaca yang berasal dari aktivitas manusia. Seperti kegiatan industri, deforestasi, dan penggunaan energi fosil. Dampaknya yang masif membuat upaya pengendalian emisi untuk mengurangi laju perubahan iklim harus terlaksana.

Perdagangan karbon jadi salah satu ikhtiar untuk mengatasi masalah itu. Sistem ini bekerja dengan memberikan nilai ekonomi pada emisi karbon. Sehingga perusahaan atau negara yang menghasilkan emisi tinggi harus membeli kredit karbon dari pihak yang mampu mengurangi emisi. Dengan ini, perdagangan karbon mendorong pengurangan emisi secara lebih efisien dan terukur.

Perdagangan karbon juga erat kaitannya dengan sektor kehutanan. Hutan berfungsi sebagai penyerap karbon (carbon sink). Kegiatan seperti reboisasi dan konservasi hutan dapat menghasilkan kredit karbon. Hal ini menjadikan perlindungan hutan sebagai bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Secara keseluruhan, perdagangan karbon memegang peran penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Sistem ini tak hanya berfungsi mengurangi emisi, tapi juga memberikan keuntungan ekonomi. Terutama melalui perlindungan hutan dan pengembangan energi berkelanjutan.

Perdagangan karbon juga dapat mendorong perubahan perilaku ekonomi dan industri. Biaya emisi karbon membuat perusahaan beralih ke teknologi ramah lingkungan. Pun mulai mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Hal ini secara tidak langsung membantu menekan laju pemanasan global.

Penulis: Zahira Rizka Mahdi
Penyunting: Fitriana Anggraini