Delapan belas ribu dalam satu banding satu
Tak heran selembar kertas dalam buku dianggap tabu
Mendamba hidup layak pun
Aku malu
Kebodohan rakyat
Angin segar bagi oknum pejabat
Pilihan sendiri yang buat kita sekarat!
Siapa yang mau tanggung jawab?
Nabastala merindukan garuda yang hampir mati
Suatu saat nanti, tanah air kembali berdiri
Suatu saat nanti, kita lawan oligarki
Rakyat mati kelaparan
Menteri tertawa di meja makan
Kalau penguasa tidak kuasa menahan angin
Jangan jadi pohon yang tinggi
Jangan berani menompangi daun, buah, dan bunga. Nanti mereka mati.
Sejauh mata memandang yang terpampang
hanya kenestapaan tiada henti.
Penulis: T. Natasha Shavia Azzahra

