Universitas Riau atau Unri perdana menggelar wisuda di Gedung Student Center, Kampus Panam, Senin (17/02). Pengukuhan berlangsung selama dua hari, pada 17 hingga 18 Februari. Kali ini Unri mengukuhkan 2388 wisudawan yang terbagi menjadi empat sesi.
Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Dessy Riasari mengatakan persiapan wisuda memakan waktu hingga empat bulan. Dibandingkan dengan wisuda sebelumnya di Gedung PKM, Kampus Gobah, menurutnya persiapan tahun ini lumayan sulit karena banyak pertimbangan.
Tahun ini Gedung Student Center dapat menampung sebanyak dua ribu pengunjung. Lebih banyak dibandingkan Gedung PKM yang hanya mampu menampung sebanyak 700 orang. Pun kali ini wali atau orang tua wisudawan dapat menyaksikan acara di dalam gedung, berbeda dengan sebelumnya yang hanya menunggu di luar ruangan.
“Kami harus menyusun kapasitas satu hari [untuk] dua ribu orang,” ujar Dessy. Dia sempat khawatir jika acara tidak kondusif, namun sejauh ini semuanya dapat teratasi. Menjaga situasi selama kegiatan berlangsung, telah jadi tugas bagi panitia.
Terkait ketertiban dan keamanan selama acara, Sub Koordinasi Registrasi dan Data Anah Romi mengatakan bahwa ini pertama kali wisudawan dan walinya bergabung dalam satu ruangan. “Satu tantanganlah,” ucapnya.
Salah satu wali wisudawan Tika merasa bosan karena hanya dapat menunggu di trotoar bersama anggota keluarga yang lain. Dia datang untuk melihat wisuda keponakannya. Menurutnya sulit menemukan lokasi wisuda, dia sempat salah lokasi sebelum menemukan Gedung Student Center. Harapannya penyelenggara dapat menyediakan tempat untuk beristirahat.
Perihal keluarga menunggu di luar gedung, Dessi menjelaskan bahwa penyelenggara wisuda hanya memberikan dua undangan untuk keluarga wisudawan. Selanjutnya panitia akan memberikan petunjuk arah untuk keluarga yang membawa anak atau lansia, guna beristirahat di ruangan mushola lantai dua.
“Kita sudah estimasi di Pendopo belakang [gedung] Rusunawa, tapi kenyataannya orang tua ga mau kesana,” jelas Dessy. Dia menganjurkan keluarga yang hadir untuk beristirahat di Kebun Buah, sekedar melepas penat dan tidak menggelar tikar di sekitar Gedung Student Center. Dia berharap, wisuda perdana di Kampus Panas tak mengecewakan dan berlangsung hingga berikutnya.
Menanggapi keluarga wisudawan yang sempat tersesat, Romi mengakui perihal kekurangan petunjuk jalan. Dia mengatakan untuk wisuda berikutnya akan menambah petunjuk jalan, misalnya petunjuk arah gedung wisuda.
Satuan Pengaman Muhammad Saleh mengatakan seluruh pengaman selalu bersiap untuk membantu dan mengarahkan keluarga wisuda. Dengan harapan semua pihak yang datang merasa puas dengan kegiatan wisuda.
Wisudawati lulusan Pendidikan Olahraga Sarifah Julisa merasa bahagia atas pencapaiannya. Selepasnya dia berencana mengambil Pendidikan Profesi Guru (PPG) atau mendaftar Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jangan pernah berhenti dan menyerah dalam menyusun skripsi, pesannya.
Alumnus Pendidikan Bimbingan Konseling Haris Setiawan merasa senang atas perjuangannya selama lebih dari lima tahun. Dia tetap berbahagia meski merayakan wisuda tanpa kehadiran keluarga dan teman.
Penulis: Muhammad Rizki Fadilah
Editor: Najha Nabilla