Atasi Banjir Pekanbaru, Unri Revitalisasi 10 Danau Menuju Kawasan Eduwisata

Pemerintah Kota atau Pemkot Pekanbaru dan Universitas Riau (Unri) resmi menyepakati kerja sama strategis dalam upaya penanggulangan banjir di Pekanbaru pada Jumat, 2 Januari 2026. Ihwal ini dilakukan dengan merevitalisasi sepuluh danau di Kampus Panam Unri.

Disadur dari Goriau.com, kedua belah pihak sepakat untuk menginisiasi pembentukan tim koordinasi terpadu. Tim ini akan melibatkan Pemerintah Provinsi Riau serta Balai Wilayah Sungai (BWS) guna memastikan sinkronisasi program di lapangan.

Rektor Unri, Sri Indarti menegaskan komitmen penuh pihak universitas terhadap proyek ini. Ia menyampaikan bahwa Unri memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi positif. “Khususnya bagi kelestarian lingkungan di sekitar area kampus,” ucapnya.

Skema Pengendalian Banjir 

Anggota Tim Revitalisasi Danau, Joko Samiaji menjelaskan proyek ini bentuk respons atas kondisi darurat banjir yang kerap melanda Jalan Subrantas, Tabek Gadang, hingga Jalan Bangau Sakti setiap kali hujan deras turun.

Joko bilang revitalisasi 10 danau mencakup penataan, pendalaman, dan pelebaran guna menampung debit air dari luar kampus. “Dengan revitalisasi 10 danau ini, air yang datang dari Jalan Subrantas dan Bangau Sakti akan ditampung. Sehingga banjir bisa ditiadakan atau minimal dikurangi secara signifikan,” ujarnya via telepon WhatsApp pada Rabu, 14 Januari 2026.

Disadur dari Goriau, gerbang utama dan jalur tengah aliran bermula dari sisi depan kampus yang berbatasan dengan Jalan HR Soebrantas, Danau Justisia dan Danau Medika. Kedua danau ini berfungsi sebagai penampung utama yang menyerap air dari perkotaan. 

Setelahnya air dialirkan menuju Danau Humaniora yang terletak di antara Gedung LPPM dan Integrated Classroom. Kemudian air menuju Danau Teknika yang berlokasi di area musala Rektorat. Seterusnya diarahkan ke Danau Pedagogia yang berada di sekitar Gedung Serba Guna M. Diah FKIP. Area Rektorat dan Sabuk Hijau Danau Pedagogia berperan penting sebagai cadangan untuk memasok air ke Danau Kapita.

Dari sana, aliran air akan bertemu dengan Danau Silvika yang terletak di kawasan hutan kampus atau arboretum. Hutan ini berfungsi sebagai penampung cadangan. Kemudian hilir dan muara akhir mengalir ke Danau Fisheria yang menjadi sarana belajar mahasiswa Fakultas Perikanan. Lalu melewati Danau Botanika yang berada tak jauh dari Stadion Utama Unri.

Rangkaian sistem ini berakhir di Danau Agrikultura yang menempati area cekungan di Fakultas Pertanian. Terakhir, seluruh massa air dilepaskan menuju pembuangan akhir di Sungai Air Hitam.

Kolaborasi Anggaran dan Tiadanya Titik Terang Kelanjutan

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Unri bersama BWS Sumatera III melakukan koordinasi guna mendapatkan sumber pendanaan utama. Hal ini mendapat dukungan penuh dari Pemkot Pekanbaru.

Meskipun kajian teknis dari Tim Revitalisasi Danau Unri telah siap, realisasi fisik masih menunggu keputusan pendanaan dari BWS. Sedianya, tahap pertama dimulai awal tahun ini. Namun masih mengalami kendala administratif. Tim berharap dengan dukungan Walikota, proyek ini dapat terealisasi pada tahun 2026 hingga 2027.

“Semestinya yang tahap pertama itu yang dua dana di depan sana [Jalan HR Subrantas]. Danau di dekat jalan itu harusnya sudah direalisasikan awal-awal tahun ini, tapi itu belum ada titik terangnya sampai sekarang,” ucap Joko.

Manfaat Multi-Sektor: Eduwisata hingga Pemadam Kebakaran

Selain pengendalian banjir, Joko menekankan tujuan lainnya dari proyek ini. Di antaranya menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa. Khususnya untuk mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Fakultas Pertanian.

Selain laboratorium, pembangunan sarana publik seperti jembatan, gazebo, jogging track, dan ruang terbuka akan segera menyusul. Kawasan ini akan dikelola Badan Pengelola Usaha Unri. Guna memberi ruang ekonomi bagi mahasiswa, dosen, dan warga. 

Pendayagunaan danau tak hanya sampai di sana, danau-danau besar akan difungsikan sebagai sumber air bagi mobil pemadam kebakaran untuk wilayah Pekanbaru Barat dan Utara. “Jadi kalau ada terjadi kebakaran di wilayah Pekanbaru bagian Barat dan bagian Utara, bisa salah satunya diambil dari danau yang ada di Unri juga,” jelas Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan itu. 

Sinergi Jaga Lahan Hijau di Pekanbaru

Joko menyadari adanya risiko terkait perubahan kebijakan jika terjadi pergantian pejabat. Namun ia berharap sinergi antara Unri, BWS, dan Pemkot Pekanbaru tetap kuat demi menjaga lahan hijau kota yang kian berkurang.

Joko berharap ini akan menjadi tekad semua pihak. Bukan hanya dari pihak Unri saja, tetapi juga dari pihak pimpinan dan pemerintah daerah. Terutama Pemkot Pekanbaru, sebab warga Pekanbaru yang akan menikmatinya.

“Terakhir, kepada masyarakat nanti kalau sudah bisa menikmati hasil penataan danau, mohon secara tertib. Jangan buang sampah berserakan dan parkir harus teratur,” pesan Joko menutup wawancara. 

Pewarta: Farziq Surya
Penyunting: Fitriana Anggraini