Hari kedua Diklat Kenal Bahana 2026 mengangkat materi tentang Feature dan Straight News. Kegiatan diadakan di Ruang Kelas 103 Gedung Kuliah Prof. Dadang Iskandar, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026.
Pemateri pertama datang dari Mongabay, bahas soal Feature. Jurnalis Mongabay, Suryadi menjelaskan feature merupakan karya jurnalistik yang memadukan unsur berita dan cerita. Perpaduan tersebut menjadikan feature tidak hanya bersifat informatif, tapi juga rekreatif bagi pembaca.
Ia turut memaparkan sejarah perkembangan feature yang dipopulerkan oleh Briton Hadden dan Henry Luce. Dua mahasiswa Universitas Yale yang mendirikan majalah Time. “Berawal dari kebosanan, mereka mendirikan majalah sendiri, dan di situlah tulisan feature dipopulerkan,” ujar Suryadi.
Di Indonesia, feature berkembang melalui sosok Goenawan Mohamad. Dia pendiri Majalah Tempo yang terinspirasi dari gaya penulisan majalah Time.
Berbeda dengan karya jurnalistik lain, feature memberi ruang bagi penulis untuk menghadirkan aspek emosional dalam tulisan. Penulis bisa menggunakan diksi yang lebih beragam, pun deskripsi peristiwa yang juga mendalam. Pembaca jadi mudah merasakan emosi seperti sedih, marah, atau bahagia. “Feature menyampaikan peristiwa dengan gaya bercerita,” jelas Jurnalis Tempo itu.
Baca Juga Ulas Dasar Jurnalistik Hingga Sejarah Bahana di Hari Pertama Diklat
Dalam penulisannya, feature tetap memuat unsur 5W+1H secara rinci. Detail peristiwa dapat diuraikan secara deskriptif, berbeda dengan straight news yang menekankan kelugasan. “Jika liputan dilakukan di pasar, gambaran suasana, termasuk bau juga dapat dituliskan,” tambahnya.
Suryadi juga memaparkan beberapa elemen penting dalam penulisan feature. Seperti fokus liputan, kerangka tulisan (outline), deskripsi, kutipan, serta penggunaan anekdot.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Alumni Bahana Mahasiswa, Denisa yang membahas Straight News. Ia menjelaskan straight news merupakan laporan mengenai peristiwa aktual yang disampaikan dengan cepat dan akurat kepada publik.
Denisa mengulas kembali konsep dasar jurnalistik, unsur 5W+1H. Ia menegaskan straight news bersifat aktual dan faktual. Kecepatan dan ketepatan informasi menjadi hal utama.
Berbeda dengan feature, straight news menggunakan bahasa yang lugas dan langsung pada inti peristiwa. Penulis dituntut memahami fokus berita agar informasi tetap terarah dan tidak melebar. “Dalam straight news, tidak boleh memuat opini penulis,” tegas Denisa.
Ia juga memperkenalkan metode piramida terbalik sebagai strategi penulisan. Informasi terpenting ditempatkan di awal, kemudian diikuti dengan penjelasan yang lebih rinci. Metode ini memudahkan pembaca dalam memahami inti berita secara cepat.
Pewarta: Muhammad Naufal Ihsan, T. Natasha Shavia Azzahra
Penyunting: Jericho Carolla Sembiring

