Ulas Dasar Jurnalistik Hingga Sejarah Bahana di Hari Pertama Diklat

Ulas Dasar Jurnalistik Hingga Sejarah Bahana di Hari Pertama Diklat/Dok. Pribadi

Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau (Unri) gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar. Pendidikan dan Latihan Kenal Jurnalistik atau Diklat Kenal Bahana kali ini usung tema Vokal dalam Fakta, Bijak dalam Kata. Digelar di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPPMP) Unri pada Jumat, 10 April 2026.

Kepala Regional Bisnis Indonesia wilayah Pekanbaru, Aang Ananda Suherman bawa materi Sepuluh Elemen Jurnalisme. Merujuk pada prinsip dasar yang digagas wartawan Amerika Serikat, Bill Kovach, Aang menegaskan jurnalisme sebagai pengabdian publik yang berlandaskan pada verifikasi objektif, independensi, dan integritas moral.

Ia mengingatkan para calon jurnalis untuk tidak beralih dari kebenaran. “Menulislah dengan berpihak pada kebenaran yang berfungsi bagi sesama,” tegasnya. Selain kebenaran, jurnalis punya kewajiban untuk loyal kepada masyarakat.

Lebih lanjut, disiplin verifikasi jadi pembeda mutlak antara jurnalisme dengan informasi hiburan. Jurnalis dituntut mencari sumber inti dari suatu peristiwa agar informasinya jelas. Selain itu, jurnalis harus menjaga independensi, meliput secara objektif, tidak dipengaruhi bias, serta berpikir kritis dalam memilah berita.

Alumnus Fakultas Pertanian Unri itu juga menyoroti hakikat jurnalis yang harus memikat, relevan, juga berhati nurani. “Jurnalis tidak boleh hanya memikirkan ‘memikatnya’ saja, tapi juga harus relevan,” simpulnya.

Riset dan ToR sebagai Jantung Peliputan

Jurnalis Mongabay, Nurul Fitria bedah urgensi riset, term of reference (ToR), hingga wawancara. Riset disebut sebagai dasar utama jurnalis terhindar dari kesalahan dan tidak kehilangan arah. “Riset bisa dijadikan alat untuk mengecek fakta,” ujar jurnalis yang akrab disapa Yaya itu.

Bagi Yaya, riset yang matang membuat pekerjaan lebih cepat selesai. Ide jadi lebih hidup, arah wawancara jelas, serta melindungi jurnalis dari gugatan hukum. Tahapannya dimulai dari pencarian data, penyaringan, hingga konfirmasi keakuratan. Yaya anjurkan jurnalis mencari sumber primer seperti wawancara langsung atau dokumen resmi. Baru ditopang sumber sekunder seperti jurnal ilmiah atau arsip perpustakaan.

Setelah riset, tahap krusial berikutnya adalah menyusun ToR sebagai panduan peliputan. Dokumen ini berisi topik, latar belakang, dan narasumber. Foto pendukung, literatur, daftar pertanyaan, hingga tenggat waktu pun tak kalah penting. Kata Alumna Pendidikan Matematika itu, ToR dapat membantu jurnalis menentukan arah, membagi tugas, memanajemen waktu, dan menjamin semua sudut pandang (angle) penting tercakup.

Untuk wawancara, Yaya memaparkan tiga model utama: one on one (janji temu langsung), doorstop (wawancara mendadak), dan press conference (konferensi pers bersama media lain). Adapun model komunikasinya bisa melalui tatap muka, email, maupun telepon. 

Ia juga membagikan kiat wawancara efektif. Mulai dari persiapan matang, perkenalan diri, ketepatan waktu, menjaga kesopanan, keberanian mengajukan pertanyaan lanjutan, hingga transkrip. Jurnalis juga diwanti-wanti untuk paham status informasi. Seperti on the record, off the record, dan on background, agar tidak terjadi kesalahan publikasi.

Desain Grafis untuk Komunikasi Visual

Materi ketiga bahas desain grafis. Disampaikan Desainer Grafis, Ahmad Harir Mushaffa yang menjelaskan  sebagai bidang ini sebagai komunikasi visual. Menggunakan elemen tipografi, fotografi, dan ilustrasi untuk sampaikan pesan. 

Harir menegaskan bahwa perbedaan desainer profesional dan awam terletak pada konsistensi dan kekuatan branding. “Desain itu bukan sekadar bagus, tapi juga harus konsisten supaya punya identitas,” paparnya.

Dalam tipografi, Harir menyarankan untuk hanya gunakan tiga jenis font dalam satu desain agar tetap harmonis dan mudah dibaca. Dari segi warna, ia membedakan penggunaan RGB (Red, Green, Blue) untuk media digital dan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black) untuk kebutuhan cetak. Skema warna seperti monokrom, complementary, dan triadic juga diperkenalkan.

Harir juga menyoroti pentingnya whitespace atau ruang kosong, tren desain modern cenderung minimalis dan tidak terlalu ramai agar pesan lebih jelas. Bagi pemula, gaya tipografi harus pada teks tanpa terlalu bergantung pada gambar yang bisa dieksekusi melalui Canva, Figma, atau Microsoft Word. Ia juga membedah dasar visual lainnya. Seperti hierarki desain, alignment (penataan posisi), prinsip proximity (kedekatan), rule of thirds, hingga pola baca audiens.

Sejarah dan Pergolakan “UKM Hitam”

Sesi hari pertama ditutup dengan napak tilas sejarah LPM Bahana Mahasiswa oleh Abu Bakar Siddik. Ia memaparkan bahwa pendirian Bahana diwarnai oleh berbagai hambatan. Mulai dari pengekangan kebebasan pers oleh rezim Orde Baru hingga kondisi politik kampus yang represif. Rektor Universitas Riau saat itu, Muchtar Luthfi, adalah sosok yang mendorong hadirnya wadah jurnalistik penyampai informasi sekaligus penegak kebenaran berlandaskan dakwah.

Dalam perjalanannya, Bahana kerap menampilkan fakta-fakta yang berada di “pinggir jurang”. Keberanian ini membuat banyak pimpinan kampus gerah. “Pernah pada masa itu Bahana dijuluki sebagai ‘UKM Hitam’,” kenang Abu.

Salah satu insiden yang memicu kemarahan pejabat kampus adalah terbitnya majalah bertajuk “Rektor Angin-anginan”. Menampilkan siluet Rektor Unri, padahal isi liputannya tidak fokus pada masalah kampus.

Abu sendiri, yang pernah menjabat sebagai pimpinan setelah Fakhrunnas dan mendiang Bachtiar, turut merasakan imbas dari represi tersebut. Ia dicopot dari posisi Pemimpin Redaksi lantaran Bahana mengangkat isu sensitif yang dianggap berbahaya oleh birokrasi kampus. Pencopotan ini sempat memicu reaksi kemarahan dari Pers Mahasiswa se-Riau dan menjadi topik hangat kala itu. Di akhir ceritanya, Abu menitipkan harapan besar kepada seluruh kru Bahana untuk terus berpikir dan menciptakan karya jurnalistik yang penuh arti perjuangan.

Pewarta: Zahira Rizka Mahdi, Dorgis Ladestri Pakpahan, Jericho Carolla Sembiring, Abi Hafiz Syukri 
Penyunting: Habibie