Memperingati Hari Bumi, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau menggelar Aksi Mural Kolektif. Usung tema Our Power, Our Riau: Mewujudkan Keadilan Iklim, Memulihkan Hak Rakyat, Menjaga Ruang Hidup, dan Menyelamatkan Planet Kita!, kegiatan berlokasi di Stadion Utama Riau. Berlangsung pada Sabtu sore, 25 April 2026.

Ketua Pelaksana, Imam Yoemi Aziz sebut tema dipilih sebagai tuntunan agar orang terus bersuara dan bertindak menyatukan kekuatan. Demi terciptanya keadilan ekologis untuk bumi yang sehat. “Kita wujudkan keadilan iklim untuk menyelamatkan planet kita. Supaya di masa depan nanti hak kita terjamin,” ujar pria yang akrab disapa Imam itu.

Ada tiga tujuan kegiatan aksi Walhi kali ini. Mendorong isu transisi energi bersih dan keadilan, dampak energi kotor, serta pemahaman publik tentang kebijakan transisi energi yang lebih adil.

Aksi kolektif ini terbagi menjadi beberapa aktivitas. Pertama, melukis mural dua sisi hijau dan berpolusi bumi. Kedua, mewarnai gambar untuk anak-anak sebagai langkah dini mengenalkan isu lingkungan. Terakhir, mimbar bebas sebagai ruang pesan masyarakat terhadap kondisi bumi saat ini.

Baca Juga Ketika Alam Bukan Sekadar Ruang, Melainkan Rumah

Walhi pun pastikan kegiatan tidak meninggalkan jejak sampah. Usai kegiatan seluruh atribut akan dibawa kembali ke kantor Walhi Riau. “Kami tidak akan ninggalin jejak di sini. Kita akan bawa kembali ke Walhi Riau, kita pajang,” tegas Imam.

Peserta Aksi Mural Kolektif, Bila berharap masyarakat dapat menjaga bumi. Dengan tidak membuang sampah salah satunya. “Karena bumi bukan hanya sekedar dijaga, tapi sebagai warisan untuk generasi selanjutnya,” ucapnya.

Imam pun satu suara. Ia amat berharap pada generasi muda untuk lebih peduli pada lingkungan. “Orang-orang muda harus tahu bahwa FOMO [Fear of Missing Out] untuk lingkungan tidak masalah. Karena itu ada dampaknya,” tegas Staf Multimedia dan Gerakan Orang Muda Walhi Riau itu.

Acara sempat tertunda satu jam akibat cuaca hujan. Alhasil jumlah partisipan tidak sebanyak yang diharapkan. Kendati demikian, kegiatan tetap berlangsung lancar hingga pukul lima sore. Tidak hanya dihadiri oleh pengurus Walhi Riau, mahasiswa dan masyarakat umum turut menyertai aksi.

Bahas soal hujan, Panitia Acara, Linda mengkritisi aktivitas manusia yang sebabkan pemanasan global. “Nah seperti kita lihat hari ini hujan ya, sebenarnya bulan April ini seharusnya musim kemarau. Tapi ini terjadi karena pemanasan global yang sudah ada oleh aktivitas bumi itu sendiri,” tutur Linda.

Lebih lanjut, Imam berharap aksi dapat berdampak positif bagi kesadaran isu lingkungan masyarakat. Untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, menghemat penggunaan listrik, tidak menggunakan air berlebihan, hingga reboisasi.

Sadarnya masyarakat jadi kunci utama untuk melek, bahwa bumi tidak baik-baik saja. Sehingga anak muda hingga anak kecil sudah harus diberikan pemahaman isu lingkungan sejak dini.

Pewarta: Meisya Kafika Syahrany
Penyunting: M. Rizki Fadilah