Himaprobio Unri Gelar Pekan Penghijauan di Desa Tanjung, Kampar

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau (Himaprobio FKIP Unri) kembali menggelar agenda akbar tahunannya, Pekan Penghijauan yang ke-35. Mengusung tema Rehabilitasi Kawasan Tebing Hulu Sungai Kampar melalui Sinergi Multipihak Mendukung Sistem Berkelanjutan, kegiatan dihelat di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar. Agenda pengabdian masyarakat berupa pelestarian alam tersebut berlangsung sejak Kamis hingga Minggu, 4-7 Juni 2026.

Tahun ini, sebanyak 227 mahasiswa ikut andil. Rombongan terdiri dari mahasiswa program sarjana angkatan 2023 hingga 2025, didampingi angkatan 2022 selaku pembimbing, beserta sejumlah mahasiswa pascasarjana.

Perjalanan pengabdian dimulai sejak Kamis, 4 Juni. Agenda pelepasan para mahasiswa di Laboratorium Alam Pendidikan Biologi FKIP sebelum bertolak menuju Desa Tanjung. 

Memasuki hari kedua, mahasiswa bergerak melaksanakan program PP Goes to School dan Workshop Pendidikan di SMAN 1 Koto Kampar Hulu. Sore hari, pertandingan voli persahabatan melawan pemuda desa digelar di Lapangan Ruang Terbuka Hijau Desa Tanjung.

Puncak seremonial pembukaan Pekan Penghijauan yang ke-35 dilaksanakan pada pagi Sabtu, 6 Juni di Lapangan Camat Koto Kampar Hulu. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar, Refizal.

Himaprobio Unri Gelar Pekan Penghijauan di Desa Tanjung, Kampar/Dok. Panitia Pelaksana
Penanaman bibit pohon bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kampar/Dok. Panitia Pelaksana

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya aksi penghijauan untuk masa depan. Ia menyoroti ancaman cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi melanda hingga tahun 2027.

“Upaya menekan gas rumah kaca ini salah satu langkah efektifnya adalah melakukan penghijauan. Jangan sampai kita berpikir ini hanya kegiatan seremonial, ini adalah langkah nyata berdampak bagi generasi ke depan,” tegas Refizal. 

Senada, Koordinator Program Studi Pendidikan Biologi, Darmadi sebut inti kegiatan menyasar rehabilitasi kawasan tebing hulu Sungai Kampar. Ia berharap keilmuan dapat berguna bagi alam, meningkatkan kesadaran hingga kepedulian mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga tebing hulu sungai.

“Esensi kegiatan ini adalah menanam pohon di kawasan tertentu. Seperti di daerah tandus, hutan rusak, pantai rusak, termasuk kali ini di tebing hulu sungai,” jelasnya.

Baca juga: Merawat Ingatan Perlawanan Kelompok Nelayan di Pesisir Pulau Rupat

Mengutip Vocalonline.com, Ketua Pelaksana, Frans Syahputra Halawa pun berharap kegiatan dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan. Agar ekosistem yang lebih sehat, lestari, dan berkelanjutan dapat dinikmati generasi mendatang.

Selain penanaman pohon, Darmadi turut memaparkan inovasi lingkungan garapan mahasiswa berupa pembuatan ecobrick. Inovasi ini memanfaatkan limbah botol plastik padat sebagai material alternatif berkekuatan setara beton. 

Usai seremonial pembukaan, kegiatan berlanjut pada aksi nyata penanaman seribu bibit pohon. Penanaman pohon berfokus di wilayah Pulau Tongah dan area sekitar tebing sungai guna mencegah abrasi serta kerusakan ekosistem lokal.

Tidak hanya fokus pada penghijauan, mahasiswa juga menggelar Penyuluhan Aksi Organik kepada masyarakat desa. Disusul agenda Sapa Kampung Tepian di Camp Pulau Tongah. Rangkaian kegiatan pengabdian Pekan Penghijauan resmi di tutup pada Minggu, 7 Juni pagi. 

Pewarta: Mesya Regina Hutabarat
Penyunting: Habibie