Ahmad Fadli Daftar Pilrek Unri, Bawa Visi Kampus Berdampak

Ahmad Fadli Daftar Pilrek Unri, Bawa Visi Kampus Berdampak/Dok. Riautribune.com

Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau (FT Unri), Prof. Dr. Ahmad Fadli, S.T., M.T., turut mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Rektor Unri periode 2026-2030. Sebagai pendaftar ketujuh, ia didampingi dua akademisi senior. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si dan Guru Besar dari Teknik Kimia, Prof. Dr. Syaiful Bahri, M.Si. 

Langkah Ahmad Fadli bukan tanpa alasan. Ia terdorong oleh aspirasi rekan-rekan sejawat yang menilai rekam jejaknya selama memimpin Fakultas Teknik. Di bawah kepemimpinannya, fakultas itu menorehkan sejumlah capaian. Mulai dari perbaikan akreditasi, pendirian pusat petrokimia, hingga dominasi proposal Pekan Kreativitas Mahasiswa di tingkat universitas.

Baca juga: Maju Lagi di Pilrek Unri, Iwantono Bidik Peningkatan Kualitas Akademis

“Kami di Fakultas Teknik ini orangnya berpikir praktis, tidak terlalu banyak bicara tetapi langsung ke tindakan. Makanya kami sangat yakin apabila diamanahi oleh senat, kami bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap kemajuan Unri,” ujar Ahmad Fadli saat diwawancarai pada 9 Juni 2026 kemarin di ruangan Dekan FT Unri.

Ahmad Fadli lahir di Muara Enim, Sumatera Selatan. Perjalanan akademiknya dimulai dari bangku Teknik Kimia Universitas Sriwijaya pada 1997. Lulus, ia langsung merapat ke Unri dan melanjutkan studi magister di Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada. Sejak tahun 2000, Pekanbaru menjadi kota tempatnya mengajar dan menetap.

Baca juga: Kembali Maju Pilrek, Firdaus Usung Visi Kemandirian Unri

Program doktor sempat ia tempuh di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), namun perjalanan itu berubah arah. Tawaran beasiswa membawanya ke Malaysia, dan pada 2012 ia menuntaskan gelar doktornya di International Islamic University Malaysia dengan fokus teknologi material. Kini, di sela kesibukannya sebagai dekan, Ahmad Fadli masih aktif meneliti di bidang ortopedi khususnya pengembangan tulang artificial.

Unri Berdampak Melalui Lima Program Ahmad Fadli

Visi yang Ahmad Fadli usung sederhana namun ambisius, menjadikan Unri sebagai Kampus Berdampak. Ia akan merencanakan kebijakan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, industri, dan pemerintah daerah.

Untuk mewujudkannya, pria asal Muara Enim itu menyiapkan lima program. Pertama, penyederhanaan birokrasi. Ia ingin menjawab keluhan dosen soal rumitnya administrasi keuangan dan tata kelola kerja sama. Menurutnya, birokrasi yang pelik kerap membuat dosen membawa proyek keluar kampus, sehingga ia berkomitmen memangkas keruwetan itu  dan mengoptimalkan layanan laboratorium sebagai sumber pendapatan baru.

Baca juga: Nofrizal Bawa Gagasan Unri Unggul dan Daya Saing Tinggi di Pilrek 2026

Kedua, akselerasi status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Ahmad Fadli ingin Unri segera menyusul Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang yang lebih dahulu mandiri secara hukum dan finansial.

Ketiga, revitalisasi Kampus Unri di Dumai. Kampus yang selama ini lesu itu ingin ia hidupkan kembali melalui kerja sama dengan industri lokal, agar warga tempatan mendapat akses pendidikan tinggi yang layak dan mampu bersaing di dunia profesional.

Baca juga: Maju Pilrek Unri, Elfizar Usung Pembenahan Tata Kelola Berbasis Digital

Keempat, kemandirian pangan. Lahan Unri yang selama ini hanya ditumbuhi semak ia bayangkan berubah menjadi lahan produktif. Mulai dari cabai, ayam petelur, dan komoditas lain yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah sekaligus menjadi ruang wirausaha bagi mahasiswa.

Kelima, pusat keunggulan berbasis kearifan lokal. Komoditas seperti sawit dan sagu ia jadikan pijakan untuk mengembangkan riset dan program studi yang berskala nasional bahkan global.

Memimpin Ibarat dirigen

Memandang peran pemimpin, Ahmad Fadli menganalogikannya seperti seorang dirigen. Dalam orkestra, dirigen tidak memainkan satu alat pun  tugasnya memastikan semua bagian bergerak seirama.

“Kita harus membangkitkan semua sektor secara merata, jangan hanya fokus atau condong pada salah satu fakultas tertentu saja,” tegasnya.

Baca juga: Bakal Calon Rektor Unri, Mexsasai Bawa Inovasi Peningkatan Akademik dan Akuntabilitas Kampus

menjanjikan transparansi penuh dalam penetapan golongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui sistem subsidi silang yang berkeadilan. Soal kekerasan seksual, Ahmad Fadli tidak memberi ruang abu-abu: sanksi tegas tanpa pandang bulu, mengacu pada SOP Satgas PPKS.

Baca juga: Jimmi Copriady Jadi Pendaftar Pertama Calon Rektor Unri, Usung Gagasan Pentahelix

Menutup wawancara, Ahmad Fadli tidak akan anti terhadap kritik mahasiswa. Organisasi mahasiswa akan ia sambut sebagai mitra evaluasi, bukan ancaman. “Humanis, inklusif, dan dekat dengan mahasiswa,” tuturnya.

Pewarta: Fareal Steve Qinansyi
Editor: Jericho Carolla Sembiring