Mulai tahun 2025, Wisma Binawidya akhirnya beroperasi. Sebuah hunian strategis di dalam lingkungan kampus. Bangunan lima lantai dengan kapasitas 90 kamar ini dilengkapi segudang fasilitas untuk para penghuni.
Sebelumnya wisma tersebut jadi tempat tinggal peserta pelatihan pelbagai badan. Beberapa seperti Badan Guru Tenaga Kependidikan dalam pelatihan Calon Kepala Sekolah, hingga pertandingan olahraga karyawan Perseroan Terbatas Minamas. Kini terbuka untuk mahasiswa Universitas Riau (Unri) dan 27 kamar di antaranya telah ditempati.
Badan Pengelola Usaha (BPU) Unri menawarkan tarif sewa bervariasi. Staf BPU Unri, Aryo menjelaskan kamar di lantai tiga bertarif Rp500.000 per orang, atau Rp700.000 jika dihuni oleh dua orang. Sementara itu, tarif di lantai empat dan lima lebih ekonomis, yakni Rp400.000 per orang atau Rp600.000 untuk kapasitas dua orang.
Setiap kamar telah dibekali fasilitas berupa pendingin ruangan, kasur dipan, bantal, lemari, kursi, dan meja belajar. Juga ada perlengkapan kebersihan seperti sapu, sekop, hingga jemuran kecil. Untuk manajemen energi, penggunaan listrik dikelola secara mandiri oleh penghuni menggunakan sistem token.
Perbedaan harga didasari atas tinggi lantai, mengingat tidak ada lift tersedia. Mahasiswa harus menggunakan tangga sebagai akses naik dan turun. Sementara lantai satu sebagai area parkir, lantai dua dapat disewa harian.
Direktur BPU Unri, Rio Jonnes Martahan Marpaung sebut lantai dua Wisma Binawidya diperuntukan bagi tamu seperti keluarga wisudawan dan wisudawati. Mengingat posisi wisma yang dekat dengan Student Center, lokasi wisuda dihelat. Tarifnya, Rp200.000 per malam. Ia juga menegaskan bahwa wisma ini dikhususkan bagi mahasiswa putra karena menggunakan fasilitas kamar mandi bersama yang berada di luar kamar.
Dari sisi keamanan, wisma ini dijaga oleh petugas selama 24 jam dan dipantau penuh melalui kamera pengawas. Area parkir pun telah ditata: zona berpagar disediakan khusus bagi motor tanpa kunci ganda, sementara area terbuka diperuntukkan bagi kendaraan dengan pengaman tambahan.
Proses pemesanan kamar pun dibuat praktis. Salah satu penghuni, Bastian Felix mengungkapkan bahwa calon penyewa dapat memesan kamar melalui WhatsApp, lalu akan diarahkan ke kantor untuk melakukan input data. Mahasiswa memesan kamar yang diinginkan beserta lantainya. Kemudian proses pembayaran hingga kamar bisa ditempati. Untuk meninjau lokasi, penyewa dapat didampingi pihak BPU maupun petugas keamanan.
Menurut mahasiswa Administrasi Bisnis tersebut, fasilitas yang tersedia sangat sebanding dengan tarif yang dibayarkan, terlebih adanya opsi berbagi kamar sehingga biaya menjadi jauh lebih hemat. Terlebih ia gemar olahraga di sekitar lokasi. “Karena sering olahraga dan dekat juga. Makanya ngekost disitu,” Ungkap Sebastian.
Meski demikian, dinamika tinggal di hunian bersama tetap membawa tantangan tersendiri. Bastian menyoroti pentingnya kesadaran kolektif antarpenghuni dalam menjaga kebersihan fasilitas umum. Ia kerap mendapati kebiasaan kurang baik seperti lupa mematikan keran air dan tidak menyiram toilet. “Sebagai penghuni, kita harus saling menjaga fasilitas bersama. Mari ciptakan asrama senyaman mungkin karena kita juga tinggal bersama,” tuturnya.
Di sisi lain, untuk memastikan kenyamanan penghuni tetap terjaga, Rio Marpaung telah menyiapkan mekanisme pelaporan yang responsif. Apabila terdapat keluhan terkait masalah operasional maupun fasilitas wisma, penghuni dapat langsung menyampaikannya kepada petugas layanan pelanggan atau pihak keamanan yang bersiaga.
Dosen Jurusan Manajemen itu berharap kehadiran Wisma Binawidya bisa bermanfaat bagi mahasiswa Unri. Tidak hanya sebagai alternatif hunian yang meringankan beban finansial, namun lingkungan tinggal kondusif. “Semoga bisa mendukung kelancaran akademik selama menempuh pendidikan di Unri,” tutupnya.
Pewarta: Mesya Regina Hutabarat
Penyunting: Jericho Carolla Sembiring
*Liputan ini telah disunting kembali pada Selasa, 28 April 2026 pukul 15.30 WIB

